Ekonomi Jepang tumbuh lebih lambat

Ekspor otomotif menjadi salah satu andalan ekspor Jepang
Image caption Ekspor otomotif menjadi salah satu andalan ekspor Jepang

Laju pertumbuhan ekonomi Jepang turun tajam antara April dan Juni, demikan menurut angka GDP catur wulan.

Antara April dan Juni tahun ini, produk domestik bruto Jepang, jumlah barang dan jasa yang dihasilkan - tumbuh 0,1% lebih rendah dari yang diperkirakan.

Para analis mengatakan pemulihan ekonomi Jepang yang dimotori sektor ekspor tampaknya goyah ketika nilai yen menguat.

Negara saingan terdekat Jepang, Jerman dan Amerika Serikat, baru-baru ini mencatat angka GDP yang lebih tinggi untuk masa yang sama.

Jerman mencatat kenaikan 2,2 persen, sementara ekonomi AS tumbuh 2,4%.

Wartawan BBC Roland Buerk di Tokyo mengatakan Jepang tetap salah satu negara paling kaya dan makmur di dunia.

Statistik Bank Dunia memperlihatkan bahwa dalam delapan tahun pertama abad ini ekonomi Jepang mengembang hanya 5%, sedangkan ekonomi Cina tumbuh 261%.

Jepang mengandalkan ekspor untuk mencapai pertumbuhan, tapi masalah yang menghadang negara itu adalah nilai Yen menguat, dan itu membuat Jepang semakin tidak kompetitif di luar negeri, kata wartawan kami.

Nilai yen mencapai rekor tertinggi terhadap dolar AS dalam 15 tahun pada pekan lalu, dan ini menimbulkan kerisauan mengenai dampaknya pada kalangan eksportir.

Berita terkait