Ledakan Baghdad tewaskan puluhan

Baghdad
Image caption Sedikitnya 51 tewas dan 100 lebih cedera akibat serangan bunuh diri.

Sedikitnya 51 orang tewas dalam serangan bunuh diri terhadap pusat pendaftaran tentara di ibukota Irak, Baghdad, menurut pihak berwenang.

Lebih dari 100 orang dilaporkan terluka dalam serangan bom di kawasan yang berada di bagian tengah ibukota Irak.

Serangan berlangsung sementara pasukan militer Amerika Serikat bersiap menghakhiri operasi tempur di Irak menjelang akhir bulan Agustus ini.

Serangan maut ini juga terjadi satu hari setelah dua kubu politik utama Irak yang bersaing dalam pemilihan umum bulan Maret membekukan perundingan untuk membentuk koalisi.

Tindak kekerasan di Irak turun dari puncaknya pada tahun 2006 dan 2007, meski jumlah korban sipil naik tajam pada bulan Juli.

Wartawan BBC Hugh Sykes melaporkan dari Baghdad bahwa pembom bunuh diri berjalan kaki mendekati pusat pendaftaran calon tentara, tempat ratusan orang telah antri selama berjam-jam.

Serangan terjadi di kawasan sibuk tak jauh dari terminal bis utama Baghad, kata wartawan kami.

Bekas kementerian

Menurut dia, jalan-jalan di sekitar padat orang pagi hari, dan ini mempermudah si pelaku serangan bom bunuh diri melenggang tanpa menarik perhatian.

Seorang pejabat kementerian dalam negeri yang dikutip kantor berita AFP mengatakan sebagian korban luka adalah tentara yang menjaga pusat rekrutmen tersebut.

Tempat serangan terjadi dulu adalah kompleks kementerian pertahanan semasa Saddam Hussein berkuasa, lapor kantor berita Reuters.

Kompleks itu diubah menjadi pangkalan militer dan pusat rekrutmen menyusul invasi pimpinan Amerika Serikat terhadap Irak tahun 2003.

Amerika menguasi pasukannya di Irak hingga menjadi 50.000 personel pada akhir bulan ini, dan berencana menarik seluruh serdadunya dari negara Timur Tengah tersebut menjelang akhir 2011.

Seorang perwira tinggi Irak baru-baru ini mempertanyakan pemilihan waktu penarikan pasukan AS. Dia mengatakan militer Irak mungkin baru siap mengambil alih kendali 10 tahun lagi.

Berita terkait