Puluhan masih hidup setelah terkubur 17 hari

Presiden Pinera menunjukkan pesan yang dikirim pekerja tambang
Image caption Presiden Pinera menunjukkan pesan yang dikirim pekerja tambang

Sebanyak 33 pekerja tambang Cile yang terjebak di terowongan yang runtuh 17 hari lalu masih hidup, kata Presiden Sebastian Pinera.

Tim penolong mendengar suara orang memukul-mukul ketika mereka memasukkan alat penjajak ke dalam tambang.

Ketika alat tersebut diangkat, tertancap kertas berisi pesan yang berbunyi: ''Kami semua 33 orang baik-baik di tempat berlindung.''

Para pekerja tersebut tengah bekerja pada kedalaman 700 m di tambang San Jose, di dekat kota Copiapo, ketika batu cadas di atas mereka runtuh.

Hingga hari Minggu (22/8), belum ada kabar dari para pekerja tambang tadi dan harapan mereka selamat semakin kecil.

Namun, mungkin perlu beberapa bulan untuk bisa menggali terowongan penyelamat yang cukup besar bagi mereka.

Presiden Pinera berkunjung ke lokasi tambang hari Minggu ketika dia mengumumkan kabar baru tersebut.

Sambil memegang pesan untuk kamera televisi, dia mengatakan:

''Perlu beberapa bulan untuk mengeluarkan mereka. Itu perlu waktu, tapi berapa pun lamanya, untuk mencapai akhir yang membahagiakan.''

Presiden Pinera mengatakan dia telah menyaksikan petikan rekaman video para pekerja tambang yang terjebak melambai-lambaikan tangan ke arah kamera yang disisipkan ke dalam tempat mereka berlindung melalui sebuah tabung kecil.

"Mereka mendekati kamera dan kami bisa lihat mata mereka, kegembiraan mereka,'' katanya.

Pekerja tambang itu dilaporkan berada 7 km di dalam tambang emas dan tembaga pada kedalaman sekitar 700 m dari permukaan tanah.

Mereka terjebak sejak 5 Agustus ketika terowongan akses utama ambruk.

Menurut kantor berita Reuters, pihak berwenang Cile mengatakan para pekerja berada di dalam shelter seukuran flat kecil dan persediaan makanan di sana terbatas.

Suka cita

Tim penolong berencana mengirim tabung plastik berukuran kecil melalui lubang bor sebagai sarana untuk memasok makanan, hydration gel dan peralatan komunikasi, termasuk kamera dan mikrofon.

Namun, pimpinan teknisi yang bertanggungjawab dalam operasi penyelamatan, Andres Sougarret, memperingatkan perlu waktu sedikitnya empat bulan dan peralatan gali yang lebih kuat untuk bisa menjangkau orang-orang yang terjebak.

Presiden Pinera yang tampak emosional menunjukkan pesan para penambang kepada wartawan yang berkumpul di lokasi tambang.

''Terowongan berdiameter 66 cm akan memerlukan waktu paling tidak 120 hari,'' katanya.

Pada hari Sabtu, kerabat keluarga pekerja yang terkurung menuding pihak berwenang tidak cukup berbuat untuk mencapai mereka.

Salah satu keluhan mereka adalah bahwa para pejabat sampai saat ini bersikukuh menggunakan alat penjejak untuk mengetahui posisi pekerja tambang, bukannya menggali terowongan untuk menyelamatkan mereka.

Banyak korban yang terjebak berkemah di luar kompleks tambang sejak terowongan ambruk.

Adegan penuh suka cita terlihat setelah beredar kabar bahwa ada kontak dengan mereka yang terkurung.

''Kami tidak pernah, tidak pernah kehilangan harapan. Kami tahu mereka di sana, dan mereka akan diselamatkan,'' kata salah seorang kerabat korban.

''Untuk kali pertama, saya akan tidur dengan tenang,'' kata putri salah seorang pekerja tambang yang terkurung.

Berita terkait