Obama 'kagum ' atas pengorbanan Amerika

Oval Office jarang dijadikan tempat untuk menyampaikan pidato.
Image caption Oval Office jarang dijadikan tempat untuk menyampaikan pidato

Presiden Obama menyambut berakhirnya operasi tempur AS di Irak, dan menyatakan Amerika Serikat telah membayar "sangat mahal " demi "meletakkan masa depan Irak di tangan rakyatnya".

Dalam pidato yang disampaikan di Oval Office Gedung Putih, dia mengatakan dia 'terkagum-kagum'' oleh pengorbanan militer AS.

Oval Office jarang dijadikan tempat untuk menyampaikan pidato.

Obama juga mengatakan ''tugas paling mendesak'' kini adalah memulihkan ''ekonomi kita''.

Dia mengatakan Amerika akan tetap mendukung pemerintah dan bangsa Irak.

''Operasi Iraqi Freedom sudah berlalu, dan bangsa Irak kini telah memotori tanggung jawab atas keamanan negara mereka,'' kata Obama.

Wartawan BBC Paul Adam dari Washington melaporkan Presiden Obama juga menyinggung konflik Amerika yang sudah lebih lama berlangsung: perang di Afghanistan.

Dia mungkin ingin berkonsentrasi ke masalah-masalah yang benar-benar penting bagi konstituennya - isu-isu yang akan berpengaruh dalam pemilihan midterm yang akan berlangsung dua bulan lagi.

Namun, Barack Obama tahu dia akan menjadi presiden zaman perang hingga beberapa tahun ke depan, tambah wartawan kami.

'Babak penting'

Obama menyatakan menghentikan perang di Irak penting bagi Amerika Serikat dan juga Irak.

''AS telah membayar mahal untuk meletakkan masa depan Irak di tangan rakyatnya,'' kata Obama.

''Kita kirim pemuda dan pemudi kita untuk memberikan pengorbanan sangat besar di Irak, dan menghabiskan banyak sumber daya di luar negeri pada saat anggaran di dalam negeri terbatas...Melalui babak penting dalam sejarah AS dan Irak, kita memenuh tanggung jawab kita. Kini, tiba saatnya untuk membalik halaman.''

Obama menambahkan, sebelumnya dia telah berbicara dengan mantan Presiden George W Bush, yang memimpin AS ke kancah perang dan dituding salah mengurus pendudukan Irak pasca invasi.

''Sudah difahami bahwa dia dan saya berbeda pendapat soal perang dari awal,'' kata Obama.

"Namun tidak seorang pun bisa meragukan dukungan Presiden Bush kepada pasukan kita, citanya kepada negara dan komitmennya demi pada keamanan kita,'' ujarnya.

''Seperti saya sudah katakan bahwa ada patriot yang menentang perang ini, dan patriot yang menentangnya. Dan kita semua bersatu untuk menyampaikan penghargaan kepada anggota pasukan kita, dan pengharapan kita atas masa depan Irak,'' lanjutnya.

Pasukan tempur Irak tetap ditarik, meski tindak kekerasan dan gejolak masih berlanjut di negara tersebut.

Para pemimpin Irak masih belum berhasil membentuk pemerintah baru setelah pemilihan bulan Maret tidak menghasilkan pemenang dengan keunggulan suara yang besar.

Berita terkait