India akan penuhi standar Persemakmuran

Jembatan penyeberangan roboh di lokasi
Image caption Jembatan penyeberangan dekat stadiun utama roboh Selasa lalu

Dihujani kritik pedas dan berbagai tuduhan, Menteri Luar Negeri India mengatakan pelaksanaan pesta olahraga negara persemakmuran di Delhi tetap akan dilangsungkan dengan memenuhi standar internasional.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Menlu SM Krishna mengatakan India "mampu" menggelar ajang yang dijadwalkan berlangsung 10 hari lagi ini.

Hujan kritik dan protes muncul setelah sejumlah kontingen mempersoalkan standar keamanan dan kenyamanan fasilitas yang disediakan negara tuan rumah.

Sejumlah atlet akhirnya memilih menunda atau pindah dari lokasi yang disediakan sebagai kelanjutan protes itu.

Menurut Menlu Krishna musim hujan berkepanjangan telah menghambat berbagai persiapan menghadapi ajang ini, namun menjamin pengamanan akan disediakan untuk tiap atlet dan stadiun yang dipakai.

"Kami akan pastikan pesta olahraga persemakmuran ini dilakukan sejalan dengan standar internasional, para atlet akan senang melihat fasilitas yang kami sediakan."

Presiden Federasi Olahraga Persemakmuran Mike Fennell dijadwalkan tiba di Delhi hari ini (23/09) untuk menemui Perdana Menteri India Manmohan Singh untuk membicarakan berbagai persoalan menyangkut penyelenggaraan ajang olahraga ini.

Waktu kritis

Penyelenggaraan Commonwealth Games diwarnai berbagai masalah mulai dari fasilitas yang belum jadi, dugaan korupsi hingga merebaknya wabah demam berdarah di ibukota India.

Selasa lalu sebuah jembatan penyeberangan yang tengah dibangun roboh dekat stadiun Jawaharlal Nehru -lokasi utama kejuaraan- dan menciderai 27 pekerja. Rabu berikutnya, sebagian atap di lokasi tanding angkat besi rontok.

Sementara di lokasi penginapan atlet muncul keluhan banjir, dan kamar-kamarnya dinodai oleh kotoran anjing sedang tempat tidur atlet ditiduri anjing liar.

Kekhawatiran akan masalah keamanan juga muncul setelah dua turis dilukai seorang penembak diatas sepeda motor dekat Masjid Jama akhir pekan lalu.

Tim Skotlandia mengatakan tidak akan berangkat hingga ada jaminan lokasi "aman".

Keputusan juga belum diambil tim Inggris dan Wales meski sudah ada 22 atlet Inggris yang dijadwalkan terbang ke Delhi Kamis ini.

"Saya rasa 24 atau 48 jam kedepan merupakan saat kritis untuk melihat apakah perkamupungan atlet yang kini jadi masalah utama sudah siap menampung semua peserta," kata Ketua Komite Olahraga Persemakmuran Inggris Andrew Foster pada BBC.

Kanada mengatakan menunda pengiriman atletnya hingga seluruh akomodasi disiapkan.