AS hukum ilmuwan Pakistan 86 tahun kurungan

Aafia Siddiqui
Image caption Pengadilan Aafia Siddiqui menyita perhatian publik Pakistan

Aafia Siddiqui, ilmuwan Pakistan yang dinyatakan terbukti berusaha membunuh personel militer Amerika, dihukum penjara 86 tahun.

Siddiqui sedang diinterogasi tim pejabat Amerika di Afghanistan ketika dia merenggut sepucuk senapan dan melepaskan tembakan, sambil berpekik ''matilah Amerika''.

Jaksa penuntut New York menyebut dia simpatisan al-Qaida dan memohon dia dihukum seumur hidup.

Kesimpulan dia bersalah yang diumumkan bulan Februari menuai protes di Pakistan.

Jaksa menggunakan catatan yang dia bawa ketika ditahan, termasuk catatan petunjuk membuat bahan peledak dan daftar tempat-tempat penting di New York City, sebagai bukti bahwa dia mungkin teroris berbahaya.

Dia juga dikatakan membawa bahan beracun sodium sianida ketika ditahan polisi Afghanistan Juli 2008.

Siddiqui adalah pakar syaraf yang pernah belajar di salah satu lembaga pendidikan terkemuka AS, Massachusetts Institute of Technology, sebelum menikah dengan kerabat salah tertuduh dalang serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed dan pulang ke Pakistan.

Kasus yang menimpa Aafia Siddiqui menarik perhatian kelompok pembela HAM di tengah tudingan dari keluarganya bahwa dia telah disiksa.

Siddiqui, 38 tahun, tetap lantang bersuara selama diadili dan akibatnya dia beberapa kali diusir dari ruang sidang.

Dalam pernyataan di pengadilan hari Kamis dia membantah tuduhan bahwa dia telah disiksa selagai berada dalam sel tahanan di Amerika. ''Itu mitos dan kebohongan dan itu disebarkan di tengah-tengah umat Islam,'' kata dia.

''Saya tidak menghendaki pertumpahan darah. Saya tidak menginginkan kesalahfahaman. Saya benar-benar menghendaki perdamaian dan mengakhiri peperangan,'' tambahnya.

Berita terkait