Virginia hukum mati perempuan

Image caption Teresa Lewis dijatuhi hukuman mati karena merencanakan pembunuhan

Negara bagian Virginia menurut jadwal, sekitar pukul 8.00 WIB, Jumat (24/9) akan melaksanakan hukuman mati terhadap Teresa Lewis (41) dengan menggunakan suntikan beracun.

Pengadilan memutuskan perempuan ini terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan berencana suami dan putra tirinya di Danville, Virginia tahun 2002.

Dengan keputusan pengadilan ini, maka Teresa menjadi perempuan pertama yang dihukum mati di negara bagian Virginia sejak 1912.

Uni Eropa sempat mengajukan permohonan pembatalan hukuman mati ini namun pemerintah negara bagian Virginia tetap pada keputusannya.

Menghadapi hukuman matinya, Teresa menghabiskan hari terakhirnya dengan penasihat rohani dan keluarganya di Lembaga Pemasyarakatan Kota Jaratt Virginia. Di tempat ini pula hukuman mati akan dilaksanakan.

Juru bicara LP Jaratt Larry taylor seperti dikutip AFP mengatakan dalam permohonan terakhirnya Teresa meminta makan malam berupa dua dada ayam goreng, kacang manis dengan mentega, kue apel dan minuman ringan Dr Pepper.

Pembunuhan berencana

Image caption Inilah ruangan yang akan digunakan untuk eksekusi Teresa Lewis

Awal kisah Teresa Lewis bermula pada 30 Oktober 2002. Saat itu, Teresa membiarkan pintu rumahnya tak terkunci sehingga memungkinkan kedua pembunuh bayaran Matthew Shallenberger dan Rodney Fuller masuk ke dalam kediamannya.

Kejadian selanjutnya adalah sang suami Julian Lewis (51) dan putra tirinya Charles (25) ditemukan tewas akibat luka tembak di kota Danville, Virginia.

Dalam proses pengadilan, terungkap motif adalah untuk mendapatkan aset sang suami dan uang asuransi putra tirinya. Dalam pengadilan terpisah, kedua pembunuh itu mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.

Sementara pengadilan juga menjatuhkan hukuman lima tahun penjara untuk putri Teresa, Christie Lynn Bean karena mengetahui rencana jahat itu namun tidak melaporkannya ke polisi.

Kuasa hukum Teresa sempat mengajukan permohonan grasi untuk kliennya pada 25 Agustus 2010. Namun, Mahkamah Agung AS menolak untuk ikut campur.

Teresa, yang hanya memiliki IQ 72 itu, mengklaim dirinya tidak memiliki cukup cerdas untuk merencanakan sebuah pembunuhan. Bahkan, bukti baru yang dimiliki kuasa hukum menunjukkan bahwa kedua pembunuh bayaran itu sudah memanipulasi Teresa.

Gubernur Virginia Bob McDonnel mengatakan dari seluruh laporan medis dan psikologis menunjukkan tidak ada satupun bukti untuk mengabulkan grasi bagi Teresa, apalagi perempuan itu sudah mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.

"Setelah melalui banyak evaluasi, tak ada satupun rekomendasi pun yang menyimpulkan bahwa Teresa Lewis secara medis maupun psikologis termasuk kategori terbelakang mental," kata McDonnel sesaat setelah dia menolak permohonan grasi.

Virginia adalah salah satu negara bagian Amerika Serikat dengan angka hukuman mati tertinggi. Hukuman mati pertama di negara bagian ini tercatat pada tahun 1608, yang juga merupakan hukuman mati pertama di wilayah yang nantinya menjadi Amerika Serikat.

Dan sejak tahun 1976, Virginia sudah menghukum mati 107 orang yang semuanya adalah terpidana kasus pembunuhan. Sepanjang tahun 2009, di Amerika Serikat telah dilakukan 52 hukuman mati. Dalam 51 hukuman mati menggunakan suntikan dan satu lainnya menggunakan kursi listrik.