Dua pos penting untuk putra Kim Jong-il

Kim Jong-un
Image caption Kim Jong-un mengenyam sebagian pendidikan di Swiss

Putra bungsu pemimpin Korea Utara Kim Jong-il, Kim Jong-un, diberi dua pos jabatan kunci dalam perkembangan yang diyakini bagian dari pengalihan kekuasaan bertahap.

Media negara melaporkan Kim Jong-un diangkat sebagai wakil ketua Komisi Militer Sentral di jajaran Partai Pekerja yang berkuasa.

Dia juga ditunjuk untuk mengisi pos penting di komite sentral partai.

Sebelumnya, Kim junior dipromosikan sebagai jenderal bintang empat.

Ayahnya terpilih kembali sebagai pemimpin, tapi kondisi kesehatannya diduga lemah.

Kim Jong-un adalah putra ketiga Kim Jong-i dan sudah lama dipandang sebagai calon pengganti ayahnya di pucuk pimpinan dinasi komunis yang dirintis oleh kakeknya, Kim Il-sung, pada tahun 1948.

Prioritas militer

Tidak banyak yang diketahui tentang Kim Jong-un selain bahwa dia menjalani pendidikan di Swiss dan kini berusia sekitar 27 tahun.

Partai Pekerja yang berkuasa pekan ini menggelar pertemuan pertamanya sejak tahun 1980.

Konferensi juga mengangkat saudara perempuan Kim Jong-Il sebagai anggota biro politik dan suaminya sebagai anggota cadangan, lapor kantor berita Korea Utara, KCNA, yang dikelola aparat negara.

Pasutri tersebut sudah lama dipandang sebagai pendukung utama Kim muda.

Wartawan diplomatik BBC Jonathan Marcus menyatakan ketidakpastian menyelimuti tata peralihan di Korea Utara.

Masih belum jelas bagaimana Kim senior akan secara bertahap melepaskan kekuasaan atau apakah sosok ketiga - seperti Ketua Komisi Pertahanan Nasional yang sangat berkuasa, Jang Song-thaek - akan bertindak sebagai mentor bagi Kim junior.

Kemungkinan lain, tambah wartawan kami, persaingan untuk meraih kekuasaan akan berlangsung jika cengkeraman Kim Jong-il melemah.

Prioritas posisi militer di aparat kekuasaan Korea Utara yang sangat tertututp bersumber dari kebijakan yang dinamai ''songun'' atau militer dulu.

Militer, yang didukung oleh pasukan berkekuatan 1,2 juta tentara, dilaporkan menjalankan proses politik Korea Utara melalui Komisi Pertahanan Nasional yang dipimpin oleh Kim Jong-il.

Pemimpin berusia 68 tahun itu digambarkan lemah dan dilaporkan mengalami stroke dua tahun lalu.

Ayahnya Kim Il-sung dikenal sebagai sang "presiden abadi", sedangkan Kim Jong-il sendiri menyatakan diri sebagai sang "pemimpin tercinta".

Kim Jong-il mulai menjadi pemimpin Korut ketika ayahnya meninggal pada tahun 1994.

Di bawah kekuasaan, kebijakan untuk mengisolasi negaranya dari dunia luar semakin kuat.

Kim mengembangkan kultus individu terhadap jajaran keluarganya, sementara ekonomi Korea Utara hampir bisa dikatakan tidak berfungsi lagi dan warganya sering mengalami kelangkaan pangan.