Mantan wapres Kongo tetap diadili

Jean-Pierre Bemba
Image caption Jean-Pierre Bemba diekstradisi dari Belgia

Mahkamah Internasional (ICC) sepakat untuk melanjutkan pengadilan kejahatan perang terhadap mantan wakil presiden Republik Demokratik Kongo, Jean-Pierre Bemba.

Panel banding ICC di Den Haag, Belanda menolak permohonan banding dari tim pengacara Bemba yang menghendaki perkaranya ditolak.

Bemba dituding memimpin milisi di negara tetangga Republik Afria Tengah (CAR) pada tahun 2002 dan 2003.

Pasukan milisi, yang terlibat dalam perebutan kekuasan di CAR, dituding melakukan pembunuhan dan perkosaan terhadap warga sipil.

Namun, Bemba berargumentasi bahwa dia tidak memegang komando atas milisi setelah menyeberangi perbatasan.

Bemba ditahan di Belgia tahun 2008 dan diekstradisi ke Den Haag.

Dalam permohonan bandingnya, pengacara mengatakan Bemba telah diselidiki di Republik Afrika Tengah dan tidak bisa dituntut dua kali atas kejahatan yang sama.

Namun, dalam putusannya, hakim banding ICC Anita Usacka mengatakan pengadilan banding di CAR menerima dakwaan terhadap Bemba dan mengajukan perkara ke ICC.

Hakim Usacka mengatakan panel banding mengukuhkan keputusan sidang ICC bulan Juni bahwa pengadilan bisa digelar, dan menolak banding Bemba.

Berita terkait