Tsunami Mentawai tewaskan 80 lebih

PMI di Padang
Image caption Tim PMI Padang menyiapkan bantuan logistik untuk dikirim ke Mentawai

Sampai pukul 22.35 WIB Selasa malam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Barat mencatat 80 warga tewas akibat tsunami di Kepulauan Mentawai.

Tsunami ini terjadi beberapa menit setelah gempa berkekuatan 7,7 pada skala Richter melanda wilayah sekitar 20 km di dasar laut dekat Kepulauan Mentawai.

"Ada 80 orang yang meninggal, 120 yang hilang dan yang mengungsi 654 kepala keluarga atau kurang lebih 3.200 jiwa. Kalau datanya bergerak memang masih begitu di hari kedua," ujar Ade Edward, kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatra Barat kepada BBC Indonesia.

"Pengalaman kami kan, di hari kelima baru data akan stabil angkanya. Apalagi daerah itu kan komunikasinya putus. Jadi laporan sejauh ini manual, dari masyarakat yang datang dengan sampai ke kecamatan," tambah Ade Edward,

Memang, jumlah korban yang tewas dan hilang masih simpang siur dan berbeda-beda.

Hendri Dori Satoko, Ketua DPRD Kepulauan Mentawai mengatakan kepada Metro TV: "Data terbaru kami dari pusat krisis menunjukkan bahwa 108 orang tewas dan 502 orang masih hilang."

Sementara Kementrian Kesehatan mengatakan 113 jenazah sudah ditemukan sejauh ini, seperti dilansir kantor berita Associated Press.

Belum ada bantuan dari luar

Ade Edward mengatakan pencarian dan penyelamatan berlangsung terus sepanjang malam.

Upaya pencarian dan penyelamatan sejauh ini baru dilakukan oleh tim SAR dan perangkat desa setempat dibantu warga.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

"Tim SAR provinsi baru akan sampai di sana besok pagi. Begitu juga dengan tim SARNas (SAR Nasional) PMI dan para relawan juga akan sampai di lokasibesok pagi, otomatis pencarian akan lebih intensif lagi."

Bantuan dari luar kepulauan itu belum bisa mencapai lokasi karena cuaca yang buruk dan jauhnya lokasi.

"Jarak ke ibukota provinsi, Padang, adalah 250 kilometer lewat laut, kemudian ombak juga sangat besar sekarang, sampai kapal Angkatan Laut pun belum bisa menembus ke sana," tambah Ade

Wartawan BBC di Jakarta melaporkan hujan lebat menghalangi helikopter bantuan mendatangi daerah itu dan kapal-kapal laut tidak bisa mencapai kepulauan tersebut, karena pelabuhan di pulau Pagai Selatan hancur total.

Seorang pejabat setempat di Mentawai mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sepuluh desa di Kepulauan Mentawai habis disapu tsunami.

Tak ada peringatan

Petugas Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNBP, di Jakarta, Wahyu mengatakan pada pukul 00.05 WIB Rabu (27/10) akan dikirim 500 lembar tenda gulung, 50 unit tenda keluarga, 500 lembar tikar dan selimut dengan pesawat Hercules.

Selain itu makanan dan lauk-pauk, obatan-obatan serta ratusan kantung mayat juga dipersiapkan untuk dikirim

Pemerintah pusat akan mengirim pasok bantuan itu dengan pesawat kargo dan tiga helikopter yang juga akan dimanfaatkan untuk mendukung operasi pertolongan dan bantuan.

Ade Edward memperkirakan gelombang tsunami terjadi tidak sampai lima menit setelah gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 21.42 WIB hari Senin.

Sampai saat ini Kepulauan Mentawai tidak memiliki sistem peringatan tsunami elektronik.

"Rasanya tidak ada yang mampu membuat sistem peringatan tsunami di sana. Karena selisihnya hanya lima menit [setelah gempa], tidak ada alatnya untuk itu. Jadi peringatan dininya kami ajarkan secara kultural seperti di [Pulau] Simelue [Aceh]. Kalau gempa, langsung lari ke perbukitan, kebetulan perbukitannya dekat," ujar Ade.

Berita terkait