Pemilu parlemen Yordania hari ini

Yordania
Image caption Partai oposisi terbesar, IAF, memboikot pemilu Yordania.

Warga Yordania hari ini akan memberikan suara dalam pemilihan parlemen di tengah-tengah keprihatinan akan perekonomian negara itu.

Beberapa partai oposisi memboikot pemilihan umum, termasuk partai oposisi terbesar, Barisan Aksi Islam atau IAF, yang memprotes undang-undang pemilihan umum baru.

Dengan UU baru maka kursi dari daerah perkotaan akan dikurangi sementara perwakilan dari masyarakat suku -yang mendukung Raja Abdullah- ditingkatkan.

IAF menyatakan tidak ikut pemilihan umum dengan mengatakan sistem pemilihan memihak partai berkuasa Hashemites, yang merupakan partai keluarga kerajaan.

Biasanya IAF mendapat banyak dukungan dari kawasan perkotaan yang padat dengan warga Palestina.

Sementara itu banyaknya warga yang kecewa dengan upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan yang diperkirakan membuat partisipasi pemilih rendah karena anggapan pemilihan umum tidak akan mengubah banyak kehidupan mereka.

Pemilihan umum ini ditempuh setahun setelah pemerintahan langsung Raja Abdullah -yang membubarkan parlemen karena dianggap tidak efektif di tengah masa jabatan empat tahun parlemen.

Saat itu pemilihan umum tidak langsung digelar untuk memungkinkan undang-undang pemilihan umum baru disusun namun para pengkritik mengatakan UU itu mengabaikan tuntutan untuk reformasi.

Berita terkait