Terbaru  13 November 2010 - 11:29 GMT

Aung San Suu Kyi dibebaskan

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Tukar format AV

Pemimpin pro demokrasi Birma Aung San Suu Kyi telah dibebaskan dari tahanan rumah dan muncul di hadapan ribuan pendukungnya.

Wartawan BBC yang berada di lokasi melaporkan bahwa massa pendukung Suu Kyi sontak bergerak maju begitu sosok oposisi itu keluar dari rumahnya di Rangoon.

Beberapa kendaraan yang mengangkut polisi anti huru hara terlihat meninggalkan lokasi ketika jumlah massa membludak dan pihak berwenang mulai melepas barikade keamanan di sekitar rumah Aung San Suu Kyi.

Sambil tersenyum dan melambaikan tangan kepada pendukung, Suu Kyi mengatakan mereka harus bekerja bersama guna mewujudkan tujuan.

"Ada saatnya untuk berdiam diri dan saatnya berbicara. Rakyat harus bekerja secara serentak, hanya melalui itu kita bisa mencapai tujuan," kata Suu Kyi.

Reaksi

Sebelumnya, pendukung pejuang pro demokrasi Burma Aung San Suu Kyi, sudah berkumpul di luar pagar rumahnya pada hari kedua menjelang pembebasannya.

Aung San Suu Kyi

Suu Kyi minta pendukungnya bekerja secara serentak

Jumat kemarin para pendukungnya sudah berkumpul namun kemudian seorang anggota partai NLD yang dibentuk Suu Kyi mengatakan agar mereka pulang dan kembali lagi hari ini.

Pemenang hadiah Nobel Perdamaian ini sudah menjalani penahanan selama 15 dari 21 tahun terakhir ini.

Suu Kyi mestinya sudah bebas 18 bulan lalu, namun gara-gara aksi seorang warga Amerika yang berenang menyeberangi danau Inya untuk sampai ke rumahnya, akhirnya Suu Kyi mendapat tambahan hukuman 18 bulan.

Sejumlah pemimpin dunia menyambut pembebasan Aung San Suu Kyi.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyambut pembebasan Suu Kyi dan menyerukan kepada pemerintah militer Birma untuk membebaskan semua tahanan politik. Adapun Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebut Suu Kyi sebagai salah satu pahlawannya.

Presiden ASEAN Surin Pitsuswan mengatakan pihaknya sangat lega Suu Kyi telah dibebaskan.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan Aung San Suu Kyi merupakan inspirasi bagi semua pihak yang meyakini kebebasan berbicara, demokrasi dan hak asasi manusia.

Presiden Prancis Nicholas Sarkozy mengatakan pihak berwenang Birma tidak boleh membatasi pergerakan dan pernyataan Suu Kyi setelah dia dibebaskan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.