Lubang bor hampir selesai

Image caption Tambang Pike River tempat 29 pekerja terjebak sejak Jumat

Para petugas penyelamat hampir menyelesaikan pengeboran lubang menuju sebuah tambang di Selandia Baru tempat 29 pekerja tambang hilang sejak terjadi ledakan hari Jumat (19/11).

Lubang selebar 15 cm itu sudah mencapai kedalaman 135 meter pada pukul 17.00 waktu setempat (11.00 WIB), kurang 27 meter dari tempat para pekerja tambang diduga berada.

Mesin-mesin pencari kemudian akan diturunkan untuk memeriksa keberadaan gas dan mendengarkan tanda-tanda kehidupan. Sebuah robot juga akan diturunkan ke tambang.

Perdana Menteri John Key mengatakan ada "peluang" para pekerja tambang masih hidup.

Akan tetapi para pejabat senior mengakui mereka bersiap-siap menghadapi semua kemungkinan, termasuk "kemungkinan kematian".

Para petugas penyelamat sampai sejak hari Jumat sampai saat ini belum berhasil menghubungi para pekerja tambang.

Dua puluh empat pekerja yang terperangkap adalah warga Selandia baru, dua warga Australia, dua warga Inggris dan seorang warga Afrika Selatan.

Mereka sedang bekerja di tambang Pike River, dekat Greymouth di Pulau Selatan ketika ledakan besar terjadi yang diyakini disebabkan oleh gas metana.

Gas metana dan karbon monoksida di tingkat yang berbahaya di dalam tambang itu menghalangi upaya para petugas penyelamat mencapai mereka.

Pada hari Senin pagi direktur utama perusahaan pengoperasian tambang itu Pike River Coal mengatakan pengeboran lubang berjalan dengan baik.

Berita terkait