Korsel ancam serang Korut

jet fighter
Image caption Korsel siapkan serangan udara jika kembali diserang Korea Utara.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan-jin mengancam akan merespon lebih keras termasuk serangan udara jika Korea Utara kembali menyerang.

"Jika Korea Utara memprovokasi lagi, kami tidak segan-segan menggunakan pesawat tempur menyerang Korea Utara,'' demikian jawaban Kim Kwan-jin saat menjawab sejumlah pertanyaan di parlemen terkait serangan Korea Utara ke sebuah pulau dekat perbatasan laut yang diperselisihkan oleh kedua negara.

Dia juga mengkritik pendahulunya dengan mengatakan semestinya tidak mengindahkan laporan intelejen terkait serangan dari Korea.

Kim Tae-young penjabat Menteri Pertahanan sebelumnya dipaksa mundur dari jabatannya ditengah-tengah kritik atas kelambatan dan kelemahan militer Korsel dalam menghadapi serangan Utara.

Laporan terbaru kepala intelejen Korea Selatan menyebutkan kemungkinan besar Korea Utara akan kembali melakukan serangan.

Serangan di pulau Yeonpyeong pada 23 November ini menimbulkan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan. Empat orang tewas dan banyak rumah rusak akibat serangan itu.

Serangan itu dilakukan Korea setelah sebelumnya pasukan Korea Selatan latihan perang di lokasi yang sama.

Korea Selatan dan Amerika Serikat direncanakan akan kembali latihan perang di lokasi tersebut, sebagai bentuk dari dukungan AS terhadap Korea Selatan.

Amerika Serikat juga menekan Cina, yang merupakan sekutu terbesar Korea Utara untuk meredam kelakuan Korut.

Cina sebelumnya menolak untuk disalahkan atas ketegangan diantara kedua Korea, ketimbang mencoba untuk membujuk Korea Utara untuk kembali ke pembicaraan enam pihak terkait pelucutan program nuklir Korea Utara.

Sejumlah pengamat menyebut ketegangan ini kini membawa kedua Korea ke jurang peperangan.

Dan ketika perang benar terjadi Pyongyang mengancam "kami akan menyerang secara brutal atas setiap provokasi wilayah kedaulatan laut kami'', seperti yang ditulis media negara Korut KCNA.

Berita terkait