Pencarian korban perahu suaka dihentikan

kapal pencari suaka
Image caption Warga Pulau Christmas membantu korban kapa pecah

Pemerintah Australia menghentikan pencarian korban yang mungkin selamat akibat kecelakaan kapal yang pecah di dekat Pulau Christmas, Australia, Rabu (15/12).

Menteri Imigrasi Australia, Chris Bowen, mengatakan pihak berwenang masih akan melakukan pencarian terhadap jenazah yang mungkin belum ditemukan.

"Operasi pencarian bergeser dari pencarian korban selamat ke pencarian jenazah," kata Chris Bowen, Sabtu (18/12).

Sedikitnya 30 imigran asing tewas ketika kapal kayu yang mereka tumpangi menghantam batu di lepas pantai Pulau Christmas. Sebanyak 42 orang berhasil diselamatkan.

Sebagian besar dari mereka berasal dari Irak dan Iran.

Doa bersama

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Julia Gillard memperingatkan korban tewas kemungkinan besar bertambah.

"Kami tidak tahu persis jumlah orang yang berada di kapal tersebut. Jadi, kita harus siap menerima kemungkinan bahwa jumlah korban akan bertambah," kata Gillard kepada para wartawan hari Kamis (16/12).

Pulau Christmas sering digunakan sebagai batu loncatan para pencari suaka sebelum masuk ke Australia. Di pulau ini terdapat pusat penahanan orang-orang yang ingin mencari suaka.

Doa bagi korban tewas, kata Bowen, akan diadakan pusat penahanan Minggu besok. Masyarakat Pulau Christmas juga merencanakan doa bersama.

Banyak warga setempat menyaksikan langsung kecelakaan ini dan berusaha memberikan pertolongan ketika kapal pecah dan penumpang terlempar ke air.

Pada Jumat, para pencari suaka di pusat penahanan mengadakan protes dan menyampaikan kemarahan atas kecelakaan kapal. Mereka juga mengeluh karena merasa terlalu lama berada di pusat tahanan menunggu kepastian nasib mereka.

Berita terkait