AS setujui traktat nuklir

Nuklir
Image caption Traktat baru mencakup peluru kendali darat dan laut, serta bom

Para senator Amerika Serikat meloloskan traktat senjata nuklir yang akan merintis pengurangan baru senjata AS dan Rusia.

Setelah berbulan-bulan diperdebatkan di Senat, dimana diperlukan mayoritas dua pertiga suara, traktat Start Baru akhirnya lolos dengan suara 71 berbanding 26.

Traktat tersebut mewajibkan AS dan Rusia mengurangi penempatan hulu ledak nuklir sampai sekitar 30%.

Traktat ini masih harus disepakati parlemen Rusia yang diperkirakan akan dilakukan musim semi tahun depan.

Meskipun muncul banyak kecaman dari sejumlah anggota partai Republik, 13 senator Republik mendukung pihak Demokrat pada pemungutan suara hari Rabu.

Anggota senior Republik, termasuk pimpinannya Mitch McConnel, John McCain dan Jon Kyl menentang ratifikasi traktat.

Tetapi para wartawan melaporkan ratifikasi ini akan dipandang sebagai keberhasilan kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama.

Setelah pemilihan suara, Pimpinan Dewan Hubungan Luar Negeri Senat John Kerry mengatakan: " Pemungutan suara bersejarah Senat ini akan membuat negara kita lebih aman dan membuat dunia semakin menjauh dari bahaya bencana nuklir.

"Pemenangnya bukan ditentukan oleh partai atau idiologi. Pemenangnya adalah warga Amerika, yang menjadi lebih aman karena akan semakin sedikit peluru kendali Rusia yang diarahkan, dan akan diuntungkan karena mengetahui kerja sama dengan Rusia dalam mengatasi ambisi nuklir Iran dan memasok pasukan kita di Afghanistan akan diperkuat."

Berita terkait