ElBaradei tampil di depan massa demonstran

Mohamed ElBarade Hak atas foto AP
Image caption Mohamed ElBaradei pulang dari Wina untuk memperkuat demonstrasi

Salah seorang tokoh oposisi Mesir berpidato di depan puluhan ribu demonstran yang menanggapi sepi larangan keluar dan menuntut Presiden Mubarak lengser.

Demonstran meneriakkan slogan-slogan perlawanan dan menghalangi rombongan tank tempur yang berusaha masuk ke lapangan Tahrir di pusat kota, sementara pesawat jet dan helikopter terbang rendah di atas kerumunan massa.

Presiden Husni Mubarak sebelumnya bertemu dengan pejabat tinggi militer ketika dia mengunjungi markas besar militer.

Mantan ketua badan pengawas atom PBB yang kini menjadi salah satu tokoh terkemuka oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei bergabung dengan para pengunjuk rasa.

Dalam pidatonya di depan massa, Baradei mengatakan, apa yang sudah dimulai oleh rakyat Mesir tidak bisa dibatalkan.

''Saya kira semua orag harus pafam bahwa demonstrasi ini tidak akan berakhir sampai Mubarak pergi sekarang, sampai kami menyepakati pemerintahan bersatu nasional dengan militer ..,'' kata ElBaradei, yang kini berusia 69 tahun.

Sebelumnya dia menjelaskan kepada televisi Amerika bahwa pihak oposisi sudah memintanya untuk memimpin perundingan pemerintah agar membentuk pemerintahan nasional bersatu.

Namun dia mengatakan, langkah pertama, Presiden Mubarak harus mundur.

Di seluruh Mesir, lebih dari 100 tewas selama kerusuhan yang sudah berlangsung enam hari.

Sikap Amerika

Hak atas foto Getty
Image caption Gelombang demo melibatkan ratusan ribu pemuda Mesir

Amerika serikat menghimbau agar Mesir melakukan peralihan ke partisipasi demokratis secara tertib. Menteri luar negeri Hillary Clinton mengatakan Amerika tidak ingin melihat kekosongan atau pengambil-alihan yang bisa mengakhiri aspirasi demokratis rakyat Mesir.

Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Obama sudah menelpon pemimpin Turki, Israel, Arab Saudi dan Inggris dalam dua hari terakhir untuk membahas krisis ini.

Namun, tokoh oposisi Mesir, Mohammed ElBaradei mengatakan Washington kehilangan pamor dengan berbicara soal demokrasi dan aturan hukum, sementara negara besar itu masih mendukung presiden yang dianggap rakyatnya sebagai penindas.

Wartawan BBC Shahzeb Jillani mengatakan, meski mendapat pengakuan internasional, di dalam Mesir sendiri, ElBaradei mendapat sambutan beragam.

Sebagian memandang dia sebagai penantang paling bisa dipercaya untuk menghadapi pemerintah Presiden Husni Mubarak yang sudah berlangsung 30 tahun. Massa pendukungnya, yang kebanyakan dari kalangan warga kota, terdidik dan berfaham liberal, menyatakan daya tarik elBaradei adalah fakta bahwa dia bukan orang kuat dari jajaran militer, tapi seorang warga sipil yang belum tercemar oleh tuduhan korupsi.

Namun, orang yang berseberangan dengannya menyatakan dia tidak memahami realitas Mesir, dan pengalaman politiknya terbatas.

Diterima atau tidaknya ElBaradei sebagai tokoh oposisi hasil konsensus masih harus dimapankan dan diuji, kata wartawan kami.

Gelombang demonstrasi antipemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya tampaknya memberi dia peluang awal untuk meraih status seperti itu, katanya.

Berita terkait