Mayoritas warga Sudan Selatan pilih merdeka

Image caption Bendera Sudan Selatan dikibarkan setelah penghitungan sementara menyebut mayoritas warga pilih merdeka.

Sekitar 99% warga Sudan Selatan memilih memisahkan diri dari Sudan.

Demikian hasil penghitungan tahap pertama oleh komisi referendum untuk menentukan masa depan Sudan Selatan.

Sejauh ini penghitungan itu menunjukkan secara total 99,7 persen warga Sudan Selatan memilih merdeka, atau memisahkan diri dari wilayah Sudan Utara.

Dengan diketahui hasil penghitungan awal dari kertas surat suara yang masuk, maka dapat dijadikan jaminan bahwa Sudan Selatan bakal menjadi negara baru.

Diperkirakan penghitungan secara total akan diketahui pada awal bulan depan.

Ratusan pendukung referendum dan para diplomat berkumpul di Kota Juba, persisnya di komplek kuburan pemimpin pemberontak John Garang.

Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah perkembangan terakhir penghitungan surat suara yang menunjukkan ke arah pemisahan Sudan Selatan dari wilayah Sudan.

John Garang yang dikenal sebagai pemimpin Sudan Selatan tewas dalam kecelakaan pesawat pada bulan Januari 2005, usai menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri konflik lebih dari 20 tahun antara warga Selatan yang didominasi kelompok Kristen dan warga Utara yang mayoritas Islam-Arab.

"Doa yang dipanjatkan warga Sudan Selatan yang telah menunggu 55 tahun, sebuah doa untuk berdirinya sebuah negara sendiri," kata pendeta Daniel Deng, saat membuka acara pertemuan ini.

"Berkatilah nama tanah kami, yaitu Sudan Selatan," katanya lagi.