BP merugi US$4,9M akibat tumpahan minyak Teluk Meksiko

Kebocoran minyak di Teluk Meksiko juga menimbulkan kerugian bisnis di Amerika
Image caption Kebocoran minyak di Teluk Meksiko juga menimbulkan kerugian bisnis di Amerika.

Biaya membersihkan tumpahan minyak Teluk Meksiko menyebabkan raksasa perminyakan, BP, merugi sebesar US$4,9 miliar (sekitar Rp44.1 triliun).

Kerugian besar itu dibukukan untuk tahun 2010 setelah perusahaan tersebut memperhitungkan seluruh biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan kebocoran minyak di Teluk Meksiko.

Ini merupakan kerugian pertama BP sejak tahun 1992. Adapun Tahun 2009, BP meraup keuntungan US$13,9 miliar.

Pimpinan Eksekutif BP, Robert Dudley menyatakan perusahaan yang dia pimpin akan kembali membayarkan dividen kepada para pemegang dengan nilai saham 7 sen per saham.

Pembayaran dividen itu ditangguhkan pasca tumpahan minyak Teluk Meksiko.

Penangguhan dividen

Sebuah anjungan yang dioperasikan kontraktor BP meledak bulan April tahun lalu, dan fasilitas itu kemudian menyemburkan minyak selama beberapa bulan.

Akibat insiden itu, BP harus membayar denda, membiayai penanggulangan kebocoran, dan memberikan ganti rugi kepada kalangan usaha yang terkena dampak kebocoran.

Wartawan bisnis BBC, Robert Peston, mengatakan penangguhan dividen selama sembilan bulan menyebabkan para pemegang saham BBC kehilangan sekitar £4,9 miliar (lebih dari Rp6.3 triliun).

Namun, besaran dividen yang kini akan dibayarkan menyebabkan para pemegang saham akan memperoleh lebih sedikit jika dibandingkan dengan dividen yang mereka terima tahun 2009.

Dalam laporan terbarunya, BP juga menyatakan akan menjual dua kilang penyulingan minyak di Amerika, termasuk kilang Texas City, tempat 15 orang tewas dan 170 terluka akibat ledakan di sana pada tahun 2005.

Perusahaan tersebut juga tengah merestrukturisasi bisnisnya dan telah menjual beberapa aset bisnisnya di Argentina, Amerika Utara, Venezuela, Vietnam, Kolombia dan Mesir.

Manajemen BP akan mengumumkan rincian strategi masa datang perusahaan pada hari Selasa (1/2).

Berita terkait