Thailand tolak bantuan PBB soal Kamboja

Tentara Kamboja Hak atas foto BBC World Service
Image caption Tentara Kamboja berjaga-jaga di sepanjang jalan menuju kompleks Preah Vihar

Thailand akan mengatakan kepada DK PBB bahwa sengketa perbatasan dengan Kamboja bisa selesai tanpa bantuan internasional.

Menteri luar negeri Thailand dan Kamboja masing-masing akan menjelaskan sikap pemerintah mereka dalam pertemuan khusus PBB di New York.

Berbeda dengan Thailand, Kamboja meminta agar PBB lebih terlibat dalam konflik kedua negara.

Paling sedikit delapan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya diungsikan karena pertempuran antara pasukan Thailand dan Kamboja awal bulan ini.

Meskipun pertempuran sudah reda, situasi di perbatasan kedua negara masih sangat tegang.

Tentara kedua negara saling berhadapan di sebuah kawasan seluas 4,6 kilometer persegi yang menjadi sengketa.

Kedua belah pihak saling menuduh lawannya sebagai agresor.

Masing-masing negara mengajukan klaim tentang jumlah korban jiwa yang tidak bisa diperiksa kebenarannya.

Kamboja menyatakan negara itu dalam keadaan perang dengan Thailand dan menyarankan agar PBB mengirim pasukan penjaga perdamaian ke wilayah sengketa.

Sebaliknya Thailand berpendapat bahwa jalur bilateral yang ada sudah memadai.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa juga akan hadir dalam pertemuan di New York mewakili ASEAN.

ASEAN yang diketuai Indonesia selama ini berusaha keras untuk menengahi sengketa kedua negara.

Dalam keterangan kepada BBC setelah mengunjuni Thailand dan Kamboja pekan lalu, Natalegawa mengatakan bahwa sudah bukan zamannya lagi ASEAN berdiam diri menghadapi persoalan semacam ini.