Aparat Bahrain lebih keras ketimbang Mesir

bahrain Hak atas foto Reuters
Image caption Tank tank diturunkan untuk menumpas demonstrasi

Tindakan keras aparat keamanan di Bahrain dalam menangani pengunjuk rasa sangatlah berbeda dengan di Mesir.

Kuasa Usaha sementara KBRI Mesir di Manama, Agus Salim mengatakan aparat keamanan di Mesir sangat berhati-hati dalam bertindak, sementara di Bahrain tidak segan untuk melepas tembakan peluru karet dan gas air mata maupun pentungan.

Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam aksi protes menuntut reformasi politik di negara berpenduduk sekitar 1,2 juta orang itu.

''Polisi maupun tentara di Bahrain rata-rata orang India dan Pakistan dan bukan warga asli sendiri,'' kata Agus Salim kepada BBC Indonesia.

''Sebagian sudah menjadi warga negara dan sebagian masih warga asing,'' tambahnya.

Tindakan tegas itu juga bukan sekadar karena perbedaan suku maupun bangsa tetapi juga karena perbedaan pemahaman keagamaan antara kelompok Sunni dan Syiah.

''Penguasa dan aparat keamanan kan Sunni sedang mereka yang berunjuk rasa Syiah,'' kata Agus Salim.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

''Dulu pernah warga Syiah diberi kesempatan menjadi polisi tetapi malah menjadi pengelolaan keamanan tidak efektif, kurang bagus. Sehingga tidak ditunjuk lagi menjadi anggota keamanan.''

Ribuan orang menghadiri pemakaman para korban tewas dalam penumpasan aksi protes di Bahrain hari Kamis (17/2).

Para pelayat mengibarkan spanduk dan meneriakkan slogan-slogan antipemerintah. Sebagian mengatakan mereka siap mati demi perubahan.

Tank-tank dikerahkan di titik-titik strategis di jalan-jalan Manama, ibu kota Bahrain.

Tentara akan mengambil tindakan apa saja untuk menjaga keamanan, kata kementerian dalam negeri.

Berita terkait