Demonstrasi besar di Benghazi, Libia

Aksi protes anti-Gaddafi
Image caption Saksi mata mengatakan 24 orang tewas dalam aksi protes anti-Gaddafi

Para saksi mata di kota Benghazi, Libia, mengatakan setidaknya ratusan orang berkumpul dalam protes antipemerintah.

Seorang pengacara di Benghazi mengatakan kepada BBC, ribuan orang berada di luar gedung mahkamah kota itu.

Dalam beberapa hari belakangan aksi protes berlangsung di Benghazi, dan sejumlah laporan mengatakan sejauh ini sedikitnya 24 orang terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, hari Kamis (17/2).

Aksi protes besar jarang terjadi di Libia karena pengungkapan rasa tak puas tidak pernah dibolehkan.

Protes prodemokrasi baru-baru ini melanda beberapa negara Arab, yang berakhir dengan penggulingan Presiden Tunisia, Zine al-Abedine Ben Ali, dan Presiden Mesir, Husni Mubarak.

Organisasi pemantau HAM, Human Rights Watch (HRW) yang berpusat di New York mengatakan paling tidak 24 orang tewas di segenap pelosok Libia dalam kerusuhan hari Rabu dan Kamis.

Menjalar

Banyak lainnya luka-luka dalam sejumlah bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa, kata HRW.

Para saksi mata mengatakan kepada BBC, tidak terlihat polisi dalam protes di gedung mahkamah Benghazi meskipun ada pasukan keamanan di jalan-jalan sekitarnya.

Para demonstran mengatakan mereka akan melakukan pawai ke rumah sakit untuk mengambil 23 jenazah dan mengantarkan mereka ke pekuburan.

Laporan saksi mata itu tidak bisa dikukuhkan oleh BBC.

Hak atas foto AFP Getty Images
Image caption Unjuk rasa pendukung Gaddafi berlangsung di ibu kota Libia, Tripoli

Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, mengatakan bentrokan kekerasan dilaporkan menjalar ke lima kota di Libia dalam aksi deonstrasi sejauh ini, namun belum lagi menyebar ke Tripoli dalam jumlah besar.

Para aktivis pendukung pemimpin Libia, Muammar Gaddafi, juga turun ke jalan-jalan di Tripoli, meneriakkan slogan-slogan propemerintah di Lapangan Hijau.

Kolonel Gaddafi mengunjungi lapangan itu Jumat dini hari, seperti diperlihatkan rekaman video yang disiarkan televisi negara, kata kantor berita AFP.

Dia adalah pemimpin dunia Arab yang paling lama berkuasa setelah melakukan kudeta di negara yang kaya minyak itu pada tahun 1969.

Berita terkait