Libia turunkan penembak jitu

Libya Hak atas foto AP
Image caption Unjuk rasa di Libia mengecam kepemimpinan Muammar Gaddafi.

Penembak jitu diturunkan di kota Benghazi dan menewaskan sejumlah orang, kata beberapa saksi mata.

Sejumlah laporan dari kota Libia tersebut menyebutkan pemerintah menugaskan kelompok elit militer untuk menguasai keadaan, setelah unjuk rasa antipemerintah kembali terjadi.

Saksi mata menggambarkan kekacauan yang terjadi saat penembak jitu membunuh sejumlah orang dan para pengunjuk rasa membalas dengan menggunakan tongkat dan batu.

Sejumlah tank dilaporkan terbakar di beberapa jalan.

Turki mengkhawatirkan peristiwa yang terjadi di Libia dan akan mengirim beberapa pesawat untuk mengungsikan warganya.

Pegiat hak asasi manusia mengatakan paling tidak 84 orang tewas karena kerusuhan beberapa hari ini.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan berdasarkan sejumlah laporan sebuah rumah sakit menerima 35 jenazah.

Sementara itu organisasi pemantau HAM, Human Rights Watch mengatakan jumlah korban tewas antara pengunjuk rasa dan aparat di Libia melonjak ke 84 orang.

Gelombang unjuk rasa antipemerintah seminggu terakhir ini terpusat di kota Benghazi, kota kedua terbesar di Libia.

Sementara itu di ibukota Tripoli terjadi gelombang unjuk rasa oleh para pendukung Muammar Gaddafi.

Berita terkait