Korban tewas di Libia bertambah

demonstra di Libia Hak atas foto BBC World Service
Image caption Demonstran pendukung pemimpin Libia Gaddafi.

Organisasi pemantau hak asasi manusia internasional mengatakan jumlah korban tewas antara pengunjuk rasa antipemerintah dan aparat telah bertambah.

Amnesty International mengatakan setidaknya 43 orang telah tewas dalam bentrokan di hari Kamis sementara itu ada laporan yang mengatakan puluhan lain orang tewas di hari Jum'at,

Pemerintah Libia telah memblokir situs internet dan memutus pasokan listrik di beberapa tempat.

Media pemerintah memperingatkan akan ada tindakan balasan bagi mereka yang mengkritik pemimpin Libia Muammar Gaddafi.

Demonstrasi antipemerintah kebanyakan meletup diluar wilayah ibukota Tripoli.

Sementara itu di ibukota Tripoli telah terjadi gelombang unjuk rasa oleh pendukung Gaddafi.

Pemerintah telah membatasi pergerakan wartawan asing di Libia sehingga sulit untuk mengkonfirmasi berita yang keluar dari negara itu.

Bandar udara ditutup

Bandar udara di kota Benghazi, kota kedua terbesar di Libia, telah ditutup menyusul laporan pengunjuk rasa yang telah menduduki bandar udara tersebut.

Sejak awal minggu ini menurut para saksi mata di kota Benghazi, setidaknya ribuan orang berkumpul dalam protes antipemerintah.

Aksi protes besar jarang terjadi di Libia karena pengungkapan rasa tak puas tidak pernah dibolehkan.

Warga Benghazi mengatakan pasokan listrik di kota itu telah diputus dan kendaraan militer telah ditempatkan di obyek-obyek vital.

Sementara itu ada juga laporan kerusuhan di al-Bayda dimana pengunjuk rasa membakar gedung pemerintahan dan menghancurkan sebuah patung yang mempromosikan pemerintahan Gaddafi.

Gaddafi adalah pemimpin dunia Arab yang paling lama berkuasa setelah melakukan kudeta di negara yang kaya minyak itu pada tahun 1969.

Berita terkait