Setidaknya 84 tewas di Libia

Demonstran antipemerintah
Image caption Demonstran antipemerintah di Libia, menentang pemimping Muammar Gaddafi

Organisasi pemantau HAM, Human Rights Watch mengatakan jumlah korban tewas antara pengunjuk rasa dan aparat di Libia melonjak ke 84 orang.

Gelombang unjuk rasa antipemerintah seminggu terakhir ini terpusat di kota Benghazi, kota kedua terbesar di Libia.

Sementara itu di ibukota Tripoli terjadi gelombang unjuk rasa oleh pendukung Gaddafi.

Sebelumnya Amnesty International mengatakan setidaknya 43 orang telah tewas dalam bentrokan di hari Kamis.

Pemerintah Libia telah memblokir situs internet dan memutus pasokan listrik di beberapa tempat.

Media pemerintah memperingatkan akan ada tindakan balasan bagi mereka yang mengkritik pemimpin Libia Muammar Gaddafi.

Demonstrasi antipemerintah kebanyakan meletup diluar wilayah ibukota Tripoli.

Tembakan ke arah massa

Menurut saksi mata di kota Benghazi, aparat militer pada hari Jum'at mengeluarkan tembakan ke arah demonstran yang bergerak menuju komplek tempat tinggal yang digunakan Gaddafi bila ia berkunjung ke kota itu.

Benghazi terletak sekitar 1,000 km (600 miles) dari ibukota Tripoli.

Menurut kantor berita AP, rumah sakit al-Jala di kota Benghazi menerima 35 jenazah korban yang tewas tertembak dari bentrokan itu

Seorang demonstran mengatakan kepada BBC bahwa ada sekelompok tentara yang malah berbalik mendukung demonstran.

"Tentara-tentara itu mengatakan kami adalah warga negara negeri ini dan kami tidak bisa berperang melawan warga negara ini," kata sang pengunjuk rasa.

Bandar udara ditutup

Bandar udara di kota Benghazi, juga telah ditutup menyusul laporan pengunjuk rasa yang telah menduduki bandar udara tersebut.

Sejak awal minggu ini menurut para saksi mata di kota Benghazi, setidaknya ribuan orang berkumpul dalam protes antipemerintah.

Aksi protes besar jarang terjadi di Libia karena pengungkapan rasa tak puas tidak pernah dibolehkan.

Warga Benghazi mengatakan pasokan listrik di kota itu telah diputus dan kendaraan militer telah ditempatkan di obyek-obyek vital.

Sementara itu ada juga laporan kerusuhan di al-Bayda dimana pengunjuk rasa membakar gedung pemerintahan dan menghancurkan sebuah patung yang mempromosikan pemerintahan Gaddafi.

Gaddafi adalah pemimpin dunia Arab yang paling lama berkuasa setelah melakukan kudeta di negara yang kaya minyak itu pada tahun 1969.