Gejolak Libia naikkan harga minyak dunia

Aksi protes di Libya Hak atas foto AP
Image caption Akibat meluasnya kerusuhan Libya, perusahaan Eropa ungsikan stafnya

Harga minyak mentah dunia meningkat sebagai tanggapan terhadap pergolakan di Libia.

Minyak mentah jenis Brent melonjak 1,7% dalam perdagangan hari Senin (21/02/2011) menjadi US$104,25 per barel. Harga ini merupakan yang tertinggi sejak krisis keuangan tahun 2008.

Sementara itu beberapa perusahaan energi Eropa memindahkan stafnya dari Libia yang merupakan produsen besar minyak dan gas untuk pasar Eropa.

Harga saham perusahaan Italia ENI yang aktif di Libia turun 4,4%.

Perusahaan Italia itu mengatakan operasinya di Libia tidak terganggu insiden kekerasan.

Italia membeli sepertiga minyak dan gas dari Libia sehingga menjadi konsumen terbesar sejauh ini.

Menurut pengamat, ENI telah membeli gas dari Libia selama berpuluh tahun dan merupakan pusat kedekatan hubungan politik diantara kedua negara.

Pada tahun 2008-2009, pemerintah Libia mempertimbangkan untuk membeli sampai 10% saham ENI meskipun rencana investasi ini tidak berlanjut.

Sekitar 13% pemasukan ENI berasal dari Libia dan 30% dari Afrika Utara. Oleh karena itu perusahaan Italia ini sangat rawan terhadap gejolak kawasan.

Meskipun adanya keprihatinan itu, perusahaan ini masih memfokuskan kepada dampak jangka pendek kerusuhan.

Pengamat mengatakan muncul pula kekhawatiran aset-aset ENI di Libia serta perusahaan asing lainnya dinasionalisasi.

Sementara itu saham perusahaan Austria OMV yang juga aktif di Libya turun 5% hari Senin.

OMC bersama Royal Dutch Shell dan perusahaan Statoil dari Norwegia mengatakan sedang menyiapkan pemindahan stafnya.

BP juga berniat mengungsikan sekitar 140 pekerjanya dari Libya.

Berita terkait