Bentrok kembali pecah di ibukota Libia

Warga Libia berdiri di atas tank
Image caption Banyak perlengkapan militer Libia telah jatuh ke tangan massa demonstran

Pasukan keamanan Libia dan massa demonstran kembali bentrok di ibukota Tripoli, setelah pemerintah Kolonel Muammar Gaddafi mengumumkan langkah pemberangusan baru.

Saksi mata mengatakan pesawat tempur menembaki demonstran di Tripoli.

Di sebelah selatan ibukota, sumber-sumber mengatakan tentara tengah bertempur menghadapi pasukan yang setia kepada Kolonel Gaddafi, yang tampaknya mengalami kesulitan untuk mempertahankan kendali kekuasaan.

Di PBB, para diplomat Libia untuk lembaga internasional tersebut meminta campur tangan internasional untuk menghentikan tindak kekerasan pemerintah melawan demonstrasi-demonstrasi di tanah air mereka.

Wakil duta besar Libia di PBB Ibrahim Omar Dabbashi meminta Gaddafi turun, dan menuding pemerintahnya melakukan genosida.

Dabbashi mengatakan jika Kolonel Gaddafi tidak melepaskan kekuasaan, "bangsa Libia akan menyingkirkan dia".

Zona larangan terbang

Wakil Duta besar Libya di PBB Ibrahim Omar Al Dabashi menjelaskan cara yang bisa ditempuh masyarakat internasional untuk membantu warga Libya.

''Pertama, menerapkan zona larangan terbang di semua kota Libia, sehingga pasok senjata dan tentara bayaran tidak bisa mencapai rezim,'' katanya kepada BBC.

''Kedua, membuka jalur aman dari perbatasan dengan Tunisia dan perbatasan dengan Mesir, sehingga pasok medis akan menjangkau kota-kota utama di Libia, Tripoli dan Benghazi,'' lanjut diplomat senior Libia tersebut.

Dia menyerukan jaksa penuntut Mahkamah Kejahatan Internasional agar mulai menyelidiki genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang ''yang dilakukan Gaddafi terhadap bangsanya sendiri''.

Wartawan BBC mengatakan masyarakat di ibukota Tripoli dilanda ketakutan.

Seorang warga Tripoli, Sara mengatakan kepada BBC bahwa dia mengutuk pengerahan pasukan asing untuk mencoba memadamkan demonstrasi.

Sementara itu, dua pesawat tempur Libia mendarat di Malta. Menurut berbagai laporan, pilot kedua pesawat itu meminta suaka.

Berita terkait