Demonstrasi mulai menular ke Tripoli

Demo di Libia Hak atas foto BBC World Service
Image caption Aksi demo sedikitnya menewaskan 100 orang menurut kelompok HAM

Gelombang aksi protes di Libia akhirnya menular pula ke ibukota, Tripoli, untuk pertama kalinya setelah rangkaian aksi serupa muncul di berbagai ibukota negara Arab lain.

Sekelompok besar warga memadati jalan raya meneriakkan tuntutan agar rezim Gaddafi ditumbangkan.

Sejumlah bangunan milik pemerintah, termasuk pos polisi, dilaporkan menjadi sasaran amuk massa dan dibakar.

Sementara sisa-sisa suara tembakan masih terdengar ditengah kepulan asap dari gas air mata menghalangi pandangan di sekitar kota.

Belum ada informasi terkait keberadaan presiden Libia selama 40 tahun, Kolonel Gaddafi, sementara kondisi umum di Libia juga belum jelas.

Sementara itu pada Minggu malam setelah sejumlah kelompok HAM menyatakan lebih dari 100 orang pro demonstrasi anti pemerintah tewas akibat tembakan aparat di kota Benghazi, salah seorang anak Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi, berpidato dalam siaran televisi nasional.

Saif al-Islam mengatakan Libia berada ditengah krisis nasional akibat ulah kelompok separatis yang mengancam kesatuan nasional dan menyebabkan terbukanya peluang perang saudara.

Saif Gaddafi menjanjikan apa yang disebutnya sebagai "inisiatif nasional bersejarah" terkait undang-undang dasar untuk sebuah "reformasi politik signifikan".

Membesar-besarkan

Saif Gaddafi juga menuding media asing memperkeruh suasana di Libia dengan membesar-besarkan berita tentang korban. Dia mengatakan "sejumlah" warga tewas namun jumlah korban yang ditulis media asing terlalu "dikarang-karang".

Dia menuding "elemen oposisi" yang tinggal di luar negeri mencoba menciptakan situasi revolusi gaya Mesir lewat Facebook di Libia.

"Mereka memulai kampanye agar terjadi situasi dimana Libia menjadi seperti Mesir dan Tunisia," tuduhnya.

"Pasukan keamanan telah mengantisipasi hal ini dan menahan sekelompok orang yang terlibat. Sejumlah orang tewas sementara kekerasan terhadap polisi meningkat... Ini yang terjadi di Benghazi."

Wartawan BBC mengatakan Saif Gaddafi nampaknya mengakui bahwa Libia sudah terbelah jadi dua, dimana wilayah timur sudah berada diluar kendali Tripoli.

Berita terkait