Peru putuskan hubungan dengan Libia

Gaddafi Hak atas foto AFP
Image caption Langkah Muammar Gaddafi menangani pelaku unjuk rasa diprotes banyak negara.

Peru telah menghentikan hubungan diplomatiknya dengan Libia pasca peristiwa penembakan terhadap warga sipil yang terlibat aksi unjuk rasa anti pemerintah di negara itu.

Sebelumnya kritikan dari banyak negara telah dilontarkan untuk memprotes cara Libia menangani aksi unjuk rasa warganya yang mengkritik pemerintah berkuasa.

Namun sejauh ini baru Peru yang berani mengambil sikap tegas dengan melakukan pemutusan hubungan diplomatik sementara dengan Libia.

Negara ini juga menjadi negara pertama yang mengambil langkah tersebut pasca peristiwa aksi protes anti pemerintah meletus dan menewaskan sekitar 300 peserta aksi.

Pemerintah Peru mengatakan pemberhentian hubungan diplomatik akan terus dipertahankan selama aksi kekerasan terhadap warga sipil terus dilanjutkan oleh pemerintah Libia saat ini.

"Peru dengan tegas memprotes tindakan represi yang dilakukan oleh diktator Muamar Gaddafi terhadap warga sipil yang melakukan aksi protes menuntut reformasi yang demokratis untuk mengubah sistem pemerintahan saat ini dan telah dipimpin oleh orang yang sama selama 40 tahun," kata Presiden Peru, Alan Garcia dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters.

Protes Diplomat

Peru melalui Menteri Luar Negerinya, Jose Antonio Garcia juga berharap agar negara lain di Amerika Latin mengikuti langkah mereka.

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah Libia terhadap pelaku aksi unjuk rasa anti pemerintah tidak hanya diprotes oleh dunia internasional, sejumlah diplomat Libia yang bertugas di luar negeri juga mengecam tindakan yang dilakukan oleh pemerintah mereka.

"Kami mewakili rakyat Libia dan tidak lagi mewakili rezim berkuasan di negara kami," kata Penaihat Misi Kebudayan Libia di Australia, Omran Zwed saat menemui sejumlah orang di depan kantor Kedutaan Besar Libia.

Langkah serupa juga dilakukan oleh sejumlah diplomat Libia di Mesir, Bangladesh, Malaysia dan India.

Di kala kecaman terhadap pemerintahan Gaddafi menguat, dua sekutu dekat Libia selama ini, Venezuela dan Kuba melakukan langkah sebaliknya.

Kedua pemerintahan negara itu menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Gaddafi dan meminta negara lain untuk tidak mencampuri persoalan dalam negeri Libia.

Mantan Pemimpin Kuba, Fidel Castro bahkan menuding Amerika Serikat saat ini tengah bersiap untuk melakukan invasi terhadap Libia.

Berita terkait