Puluhan ribu orang asing tinggalkan Libia

Warga Turki di Benghazhi Hak atas foto AP
Image caption Turki sudah mulai mengungsikan warganya yang berjumlah 25.000 orang di Libia

Puluhan ribu orang asing meninggalkan Libia yang sedang bergolak akibat pergolakan menentang Kolonel Muammar Gaddafi.

Pemerintah Cina, Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa telah menyewa pesawat terbang, kapal dan feri untuk mengangkut warganya secara massal.

Turki menyatakan telah menyelamatkan lima ribu orang warganya dalam evakuasi besar-besaran .

Menurut laporan Reuters, 25.000 warga negara Turki berada di Libia.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, 21 negara meminta pemerintahnya membantu mengungsikan warga mereka.

Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan memperingatkan pemerintahan Gaddafi karena mengambil "tindakan brutal" terhadap penentangnya dan menyerukan agar semua pihak menjamin keamanan orang asing.

Sementara juru bicara Uni Eropa mengatakan, negara-negara Uni Eropa akan mengangkut sekitar 10.000 warganya dari Libia.

Departemen Luar Negeri Amerika dikutip Reuters mengatakan telah menyewa sebuah feri yang mampu mengangkut 600 orang dan akan meninggalkan Libia dalam waktu secepatnya menuju Malta.

"Kami meminta semua warga Amerika menuju pelabuhan feri," kata juru bicara Kemlu Amerika Megan Mattson kepada Reuters.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, negaranya tidak akan mengesampingkan kemungkinan pengiriman pesawat militer di Libia tanpa izin jika diperlukan.

Kacau

Hak atas foto AP
Image caption Sejumlah warga Belanda diungsikan dari Libia menggunakan pesawat sewaan

Seorang saksi mata yang dikutip Reuters melukiskan kekacauan saat orang asing berusaha menghindari kekerasan.

"Bandar udara berubah menjadi tempat mengerikan, perkelahian terjadi di sana. Semua orang panik," kata Adil Yasar, warga Turki yang tiba di Istanbul Selasa malam seperti dikutip Reuters.

Dia menambahkan para pengungsi tidak mendapat makanan dan air selama dua hari.

Sekitar 300 orang Turki yang mengungsi ke sebuah stadion sepakbola ketika pergolakan mulai, sedang bersiap pulang dengan dikawal oleh angkatan laut Turki.

Sedangkan dua pesawat angkatan udara Prancis membawa pulang 402 warganya. "Kami sangat senang, semuanya telah berakhir," ujar seorang penumpang kepada Reuters saat tiba di bandara Charles de Gaulle, Paris.

Sementara itu pemerintah Italia memperkirakan 1.000 orang terbunuh dalam pergolakan di Libya.

Sedangkan lebih dari satu juta migran Afrika tinggal di Libia yang dalam perjalanan ke Eropa juga berusaha meninggalkan negara itu melalui Mesir dan Tunisia.

Organisasi Migran Internasional berusaha menemukan rute baru keluar dari Libia untuk membantu pengungsian sekitar 1,5 juta orang asing.

Berita terkait