Obama kecam kekerasan di Libia

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Presiden Barack Obama menilai aksi kekerasan terhadap para pengunjuk rasa sudah di luar batas.

Dalam pernyataan resmi pertamanya tentang kondisi Libia, Presiden Amerika Serikat menilai tindakan pemerintah Libia dalam menghadapi aksi unjuk rasa rakyatnya sebagai sesuatu yang berlebihan dan tidak dapat diterima.

Menurut wartawan BBC di Washington DC mengatakan Presiden Obama terdengar sangat marah namun tidak menawarkan solusi konkrit untuk menyelesaikan kekerasan di Libia.

"Penderitaan dan tumpahnya darah rakyat sangat berlebihan dan tak bisa diterima," kata Obama kepada para wartawan di Gedung Putih.

"Tindakan kekerasan ini melanggar norma internasional dan semua standar kemanusiaan. Kekerasan ini harus dihentikan," tekan Obama.

Obama menambahkan Amerika Serikat sangat mendukung hak-hak asasi universal termasuk di dalamnya hak untuk berkumpul, kebebasan berpendapat dan keinginan rakyat Libia untuk memutuskan masa depannya sendiri.

"Ini adalah hak-hak asasi manusia dan hal ini tidak bisa diperdebatkan lagi. Semua negara harus menghormati hak-hak ini dan negara tidak bisa mengabaikan hak-hak ini dengan menggunakan kekerasan dan tekanan," tandas Obama.

Obama telah memerintahkan jajarannya untuk mempersiapkan berbagai opsi untuk menghadapi krisis di Libia.

"Dalam situasi tak menentu seperti ini, sangat dibutuhkan kesamaan suara dari dunia internasional," lanjut Obama.

Pernyataan Presiden Obama ini muncul setelah pemimpin Libia Muammar Gaddafi tengah berupaya untuk mengendalikan wilayah barat negeri itu termasuk ibukota Tripoli.

Para pengunjuk rasa anti pemerintah yang didukung para tentara yang membelot mulai mengendalikan sejumlah kota di wilayah timur Libia.

Penduduk Tripoli mengatakan mereka sangat takut untuk keluar rumah karena khawatir pasukan pro Gaddafi akan menembaki mereka.

Federasi Hak Asasi Manusia Internasional memperkirakan setidaknya sudah 700 orang tewas sejak aksi unjuk rasa pecah di Libia.

Sementara itu, puluhan ribu warga asing masih terus berusaha meninggalkan Libia melalui pelabuhan, bandara atau lewat jalan darat ke Tunisia dan Mesir.

Berita terkait