PBB kutuk langkah keras Libia

Muamar Gaddafi Hak atas foto APTN
Image caption Muammar Gaddafi memerintahkan langkah keras kepada pengunjuk rasa anti pemerintah.

Dewan Keamanan PBB mengutuk langkah pemerintah Libia yang menggunakan kekuatan bersenjata untuk menghadapi aksi unjuk rasa anti pemerintah.

Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan meminta agar kekerasan terhadap warga yang melakukan aksi unjuk rasa dihentikan.

Mereka juga menyatakan penguasa Libia harus "mendengarkan tuntutan warganya."

Kebijakan penguasa Libia dalam penggunaan kekuataan dalam aksi protes itu menimbulkan ratusan korban jiwa.

Data yang dihimpun oleh Human Right Watch menyebutkan ada sekitar 300 orang yang tewas akibat penggunaan kekuatan senjata oleh petugas keamanan Libia.

Tekanan dari dunia internasional sejauh ini belum mengubah cara penanganan pemerintah Libia terhadap para pengunjuk rasa.

Pemimpin Libia, Kolonel Muammar Gaddafi sebelumnya telah memerintahkan para pendukungnya untuk menyerang para penentangnya yang dia sebut sebagai "para kecoa" dan "tikus".

Persiapan evakuasi

Dia juga telah memperingatkan siapa pun yang melawan dan menyerang pemerintahannya akan ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Untuk menghadapi kondisi yang semakin memburuk di negara itu, sejumlah negara telah menyiapkan angkutan untuk mengevakuasi warganya.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menyewa sebuah kapal Ferry untuk mengevakuasi warganya yang terjebak di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat juga telah mengeluarkan pengumuman kepada warganya untuk segera menuju pelabuhan As-Shahab di Tripoli jika mereka ingin meninggalkan Libia.

Sementara itu Pemerintah Cina juga telah menyiapkan pusat penanganan tanggap darurat untuk melakukan koordinasi guna mengevakuasi warganya dari Libia.

Pemerintah Inggris sudah menyiapkan kapal perangnya di lepas pantai Libia untuk membantu melakukan evakuasi warganya dan juga warga dari sejumlah negara eropa seperti Prancis, Italia dan Turki.

Berita terkait