Discovery dijadwalkan jalani misi terakhir

Hak atas foto 1
Image caption Discovery akan menjalani misi terakhirnya setelah bertugas 30 tahun.

Cape Canaveral, Florida, Kamis (24/2) malam waktu Indonesia akan menjadi saksi misi terakhir pesawat ulang alik Discovery ke angkasa luar.

Peluncuran Discovery dijadwalkan pukul 21.50 WIB yang menandai perjalanan terakhir wahana angkasa luar yang paling sering menjalani misi dalam 30 tahun terakhir.

Enam orang astronot akan menjadi awak Discovery menuju ke Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) untuk mengirimkan berbagai kebutuhan stasiun dan mengirimkan sebuah robot bernama Robonaut yang menjadi robot astronot pertama di angkasa luar.

Discovery melakukan perjalanan ke angkasa luar lebih banyak dari wahana angkasa luar manapun milik Badan Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA).

Pesawat ulang alik yang pertama kali terbang tahun 1984 ini telah mengitari Bumi lebih dari 5.000 kali dengan kecepatan rata-rata 17.400 mil per jam.

"Anda akan melihat banyak orang menyaksikan peluncuran Discovery kali ini," kata Direktur peluncuran NASA Michael Leinbach.

"Ini adalah pengujung program 30 tahun yang bukan sekadar pekerjaan kami tapi inilah kehidupan kami," tambah Leinbach.

"Dan sangat berat mengetahui ini segera berakhir setelah kami melakukan sesuatu hal yang penting bagi negara dan dunia," tuturnya.

Program pesawat ulang alik dimulai tahun 1981 dan sempat diwarnai tragedi.

Tahun 1986, pesawat ulang alik Challenger meledak sesaat setelah diluncurkan. Dan pada Februari 2003 giliran Colombia yang hancur berantakan saat memasuki atmosfer Bumi.

Selain Discovery, dua program lain dijadwalkan tahun ini sebelum seluruh program ulang alik ditutup. Pesawat ulang alik Endeavor dijadwalkan terbang pada April mendatang dengan Komandan Mark Kelly sebagai pimpinan misi.

Sementara itu, pesawat terakhir Atlantis akan meluncur terakhir kali pada bulan Juni meski Kongres AS belum menyetujui anggaran untuk misi ini.

Dan setelah program ini ditutup, maka untuk pertama kalinya dalam 60 tahun Amerika Serikat tidak memiliki satupun wahana angkasa luar yang siap diluncurkan.

Kurator pesawat ulang alik di Museum Angkasa Luar dan Udara Nasional Washington DC Valerie Neal mengatakan sejauh ini tidak ada rencana misi apapun ke bulan, Mars atau asteroid.

Berita terkait