Dua tahun pesawat jatuh, kotak hitam baru ditemukan

Flight_recorder Hak atas foto Reuters
Image caption Penyelidik berharap data yang tersimpan dalam kotak hitam masih dapat dibaca.

Sebuah tim dari Biro Penyelidikan Prancis menyatakan mereka telah menemukan kotak hitam penyimpan data rekaman pada pesawat Air France yang jatuh secara tiba-tiba pada tahun 2009 lalu di perairan Brasil.

Penemuan ini dimungkinkan lewat bantuan kerja sebuah robot yang mampu melakukan pencarian hingga empat kilometer dibawah permukaan laut.

Dalam laporannya mereka menyebutkan tempat penyimpan rekaman itu berada dalam kondisi yang cukup bagus.

Penemuan penyimpan data rekaman ini diharapkan mampu membantu penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat yang menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 228 orang.

Sejauh ini para penyelidik memang belum bisa memastikan apa penyebab jatuhnya pesawat yang kala itu terbang dari Rio de Janeiro menuju Paris.

Namun sejumlah ahli tampaknya tidak terlalu berharap banyak terhadap data rekaman itu.

Data rekaman yang berada dalam tekanan air laut selama hampir selama dua tahun itu masih memiliki kemungkinan untuk rusak dan tidak terbaca.

"Kita tidak dapat mengatakan bahwa penemuan ini sangat membantu hingga data itu dibuka dan kita bisa membacanya," kata salah satu juru bicara tim itu kepada Associated Press.

Data rekaman itu rencananya akan kembali dikirim ke Prancis untuk menjalani pemeriksaan.

Berita terkait