Nato serang kapal perang Libia

Ledakan akibat serangan udara terhadap kapal perang Libia di Tripoli terlihat dari jauh
Image caption Ledakan akibat serangan udara terhadap kapal perang Libia di Tripoli terlihat dari jauh

Pesawat tempur Nato menyerang delapan kapal perang Libia di pelabuhan Tripoli, Al Khums dan Sirte, Jumat (20/5) dini hari.

Asap tebal dan kobaran api terlihat keluar dari kapal-kapal yang diserang di pelabuhan Tripoli.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Nato mengatakan aliansi militer tersebut harus mengambil ''langkah menentukan'' dengan pertimbangan pasukan Kolonel Muammar Gaddafi meningkatkan penggunaan aset angkatan laut untuk menyerang warga sipil.

Pernyataan Nato juga mengatakan penggunaan ranjau secara membabi-buta oleh pasukan angkatan laut pro-Gaddfafi telah mengganggu aliran bantuan yang sangat diperlukan ke Libia dan juga ''menunjukkan niat yang jelas untuk menyerang pasukan Nato''.

Pernyataan yang sama juga menyebutkan serangan hari Jumat (20/5) menunjukkan ''tekad [Nato] untuk melindungi warga sipil Libia, dengan menggunakan kekuatan yang tepat dan proporsional''.

''Semua kapal yang diserang semalam adalah kapal perang AL yang tidak memiliki kegunaan sipil,'' kata Laksamana Muda Russell Harding, Deputi Panglima misi Nato di Libia.

Tidak jelas apakah jatuh korban dalam gelombang serangan.

Serangan udara Nato terhadap sasaran-sasaran di Libia dilakukan berdasarkan mandat untuk melindungi warga sipil di negara Afrika Utara dari pasukan Kolonel Gaddafi, yang mencoba memadamkan pemberontakan yang sudah berlangsung tiga bulan.

Dalam perkembangan lain, Sekretaris Jenderal Nato Anders Fogh Rasmussen mengatakan hari Kamis (19/5) bahwa pasukan Kolonel Gaddafi menderita akibat serangan Nato dan menjadi semakin terkucil dari hari ke hari.

'Kurang air'

Dewan Peralihan Nasional, wakil pemberontak Libia yang berbasis di Benghazi, meminta bantuan internasional untuk kota-kota kecil di pegunungan Nafousa, termasuk Zintan, di barat daya Tripoli.

Ahmed Bemoussa, seorang anggota dewan yang mengunjungi daerah tersebut, mengatakan orang-orang di sana menghadapi bombardemen oleh pasukan Kolonel Gaddafi dan kehabisan persediaan air.

Bemoussa mengatakan serangan Nato di kawasan tampaknya tidak menghentikan serangan, dan meminta koridor penyaluran bantuan didirikan dan dipantau oleh masyarakat internasional.

Pembatasan terhadap liputan media di Libia menyebabkan laporan-laporan semacam ini sulit diverifikasi.

Namun, wartawan BBC David Loyn di Benghazi mengatakan jika pernyataan Bemoussa dipercayai, kondisi di kawasan pegunungan telah memburuk seperti hari-hari terburuk dalam pertempuran di kota pesisir Misrata bulan lalu.

Berita terkait