Ratko Mladic ajukan banding

ratko mladic Hak atas foto Politica
Image caption Jenderal Ratko Mladic mengajukan banding terhadap upaya pengiriman ke Mahkamah Perang.

Mantan Panglima Militer Serbia Bosnia, Ratko Mladic berencana untuk mengajukan banding hari ini (30/5).

Banding dilakukan sebagai perlawanan terhadap upaya ekstradisi dirinya untuk disidangkan oleh Mahkamah Kejahatan Perang PBB di Den Haag, Belanda.

Pihak keluarga berasalan Jenderal Mladic sedang sakit dan tidak bisa pergi, namun Pemerintah Serbia diaharapkan menolak upaya banding tersebut.

Jenderal Mladic sebelumnya dicari oleh Mahkamah Kejahatan Perang Internasional karena diduga bertanggung jawab terhadap pembantaian7.500 pria dewasa dan bocah laki-laki muslim Bosnia di Srebrenica tahun 1995.

Pembantaian tersebut menjadi salah satu dakwaan utama terhadap Jenderal Mladic, 69 tahun.

Namun upaya Pemerintah Serbia untuk menyerahkan Jenderal Mladic kepada Mahkamah Kejahatan Perang Internasional ditentang oleh pendukung setia Mladic lewat serangkaian aksi protes di Beograd pada hari Minggu (29/5) kemarin.

Kemungkinan ditolak

Para pelaku unjuk rasa memuji Jenderal Mladic sebagai pahlawan Serbia.

Dalam aksi yang berujung bentrok tersebut sedikitnya seratus orang ditangkap oleh pihak Kepolisian Beograd.

Wartawan BBC di Beograd, Mark Lowen mengatakan dibutuhkan waktu setidaknya tiga hari bagi Kementerian Kehakiman untuk memutuskan apakah mereka menerima putusan itu atau tidak.

Namun menurut Lowen kemungkinan permohonan itu akan ditolak lebih awal karena sebelumnya Deputi Jaksa Penuntut Umum untuk kasus kejahatan perang telah menolak alasan sakit ini karena dinilai merupakan taktik untuk menunda putusan ekstradisi ini.

Lowen juga mengatakan Pemerintah Serbia sendiri berharap kepergian Jenderal Mladic akan meredam aksi unjuk rasa dari para pendukungnya.

Mahkmah Kejahatan Perang di Den Haag sejauh ini belum menyatakan kapan Jenderal Mladic akan tiba namun Lowen mengatakan ada spekulasi bahwa dia akan diberangkatkan dengan penerbangan malam tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Berita terkait