Mladic tidak tanggapi dakwaan amoral

Jenderal Ratko Mladic dihadirkan di Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag Hak atas foto BBC World Service
Image caption Jenderal Ratko Mladic dihadirkan di Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag

Mantan panglima militer Serbia-Bosnia Jenderal Ratko Mladic untuk pertama kali hadir di sidang mahkamah kejahatan perang di Den Haag, Belanda, dengan mengatakan dia tidak akan mengajukan pembelaan terhadap dakwaan sebagai orang yang "tak bermoral" dan "menakutkan".

Mladic didakwa menjadi otak pembantaian hampir 8.000 pria dewasa dan bocah laki-laki muslim Bosnia di Srebrenica pada tahun 1995.

Jenderal Mladic, yang mengatakan dia "sakit keras", mengatakan kepada mahkamah bahwa dia "membela rakyat dan negara saya".

Dia ditangkap di Serbia pekan lalu setelah dicari-cari selama 16 tahun.

Pengacara dan keluarganya menyatakan dia terlalu sakit untuk diadili, tapi tim dokter sejauh ini menyatakan dia sehat untuk dihadirkan di sidang pengadilan.

Berkas perkaranya memuat dakwaan genosida, penganiayaan, pemusnahan, pembunuhan, pengusiran, tindak-tindakan tidak manusiawi, teror, deportasi dan penyanderaan berkaitan dengan tuduhan bahwa dia berperan dalam rencana untuk mewujudkan ''pembersihan atau pengusiran selamanya'' warga muslim dari banyak bagian Bosnia untuk mendirikan ''Serbia Raya''.

Selain tragedi Srebrenica, yang merupakan kejahatan perang paling mengerikan di Eropa sejak Perang Dunia II, Jenderal Mladic juga didakwa atas pengepungan kota Sarajevo sejak Mei 1992. Selama kota tersebut dikepung, sekitar 10.000 orang terbunuh.

'Perawatan kanker'

Dalam sidang pertama di Mahkamah Internasional untuk bekas Yugoslavia, Jenderal Mladic ditanya apakah dia bisa memahami proses hukum kasusnya dan dia menjawab bisa.

Dia menyebutkan nama dan tanggal lahir, meski tanggal yang dia sebutkan berbeda dengan catatan pengadilan.

Mahkamah menunjuk pengacara Serbia, Aleksandar Aleksic, sebagai pengacara Jenderal Mladic untuk sidang pendahuluan.

Jenderal itu bisa memilih pembela tetap untuk pengadilan kasusnya, atau memilih untuk membela dirinya sendiri di persidangan.

Hakim Alphons Orie menyatakan sidang awal bertujuan untuk mengumumkan daftar dakwaan terhadap Jenderal Mladic dan meminta dia menyatakan sikap atas dakwaan tersebut.

Jika Jenderal Mladic tidak menyatakan sikap dalam 30 hari, hakim akan menyatakan dia mengaku tidak bersalah atas dakwaan.

Pengacara yang mendampingi Mladic sebelum diekstradisi hari Selasa (31/5), Milos Saljic, mengatakan Jenderal Mladic tidak akan menyatakan sikap dalam sidang.

'Mencari kerangka'

Hak atas foto AP
Image caption Pembantaian Srebrenica meninggalkan duka panjang bagi banyak muslim Bosnia

Keluarga dan kerabat sebagian korban Perang Bosnia berkumpul di luar kompleks gedung pengadilan internasional di Den Haag, Belanda, menunggu kedatangan Mladic.

Munira Subasic, yang putra dan suaminya dibunuh di Srebrenica, mengatakan kepada Reuters, "Tahun 1995 saya memohon dia agar membiarkan anak saya pergi. Dia mendengarkan saya dan berjanji untuk melepaskan dia. Saya mempercayai dia ketika itu. Enam belas tahun kemudian, saya masih mencari tulang-belulang putra saya."

Jenderal Mladic telah menjalanai pemeriksaan oleh tim dokter di fasilitas medis unit penahanan mahkamah internasional di Den Haag setelah tiba dari Beograd pada Selasa malam.

Hari Kamis, Aleksic mengatakan, ''Dia [Mladic] tidak mendapatkan perawatan kesehatan semetinya selama bertahun-tahun dan kondisi kesehatan tidak bagus.''

Juga pada hari Kamis, Saljic mengatakan Jenderal Mladic telah menjalani perawatan kanker dua tahun lalu di sebuah rumah sakit Beograd.

Seperti dikutip oleh media Serbia sebelumnya, Saljic menyatakan bahwa kliennya mengalami tiga kali serangan stroke dan dua serangan jantung sehingga terlalu sakit untuk dikrim ke Den Haag dan tidak akan bertahan hidup ketika pengadilan terhadap dirinya berakhir.

Mantan Presiden Serbia, Slobodan Milosevic, meninggal akibat serangan jantung di Den Haag pada tahun 2006 ketika proses pengadilan genosida terhadap dirinya memasuki tahun keempat.

Berita terkait