Nato serang instalasi militer Libia

Helikopter Apache Hak atas foto chris redburn pa wire
Image caption Empat helikopter Apache milik Inggris digunakan dalam serangan ke instalasi militer Libia.

Pasukan Nato melakukan sejumlah serangan dengan sasaran instalasi militer Libia.

Untuk pertama kalinya helikopter Inggris Apache digunakan untuk menyerang pasukan pemerintah Libia, seperti disampaikan oleh Nato.

Mereka melancarkan serangan dan menghanucrkan intalasi militer, sebuah radar dan pos pemeriksaan bersenjata didekat Brega, seperti disampaikan oleh Kapten kapal HMS Ocean milik Kerajaan Inggris kepada BBC.

Helikopter Prancis Gazelle juga pertama kali digunakan dalam serangan beruntun dengan sasaran yang berbeda di Libia.

Rabu (1/6), Nato memperpanjang misinya di Libia per 90 hari.

Koresponden masalah pertahanan BBC Jonathan Beale mengatakan: "Kapten kapal HMS Ocean mengatakan telah sukses menghancurkan target sararan dan kedua helikopter Apache telah kembali ke pangkalan di HMS Ocean."

"Ini adalah pertempuran yang sukses mempertunjukan kapabilitas yang unik melalui serangan beberapa helikopter," kata Letnan Jenderal Charles Bouchard, Komandan operasi Unified Protector.

"Kami akan terus menggunakan aset ini kapanpun dan dimanapun jiia dibutuhkan, dengan ketelitian yang sama seperti yang dilakukan dalam setiap misi kami."

Keputusan untuk menggunakan empat helikopter Apache milik Inggris di Libia, dilakukan oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron pada 27 Mei lalu.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi korban sipil seperti dalam operasi sebelumnya, yang menggunakan Tornado dan pesawat tempur.

Tetapi dalam operasi itu Apache harus terbang rendah dan dapat menjadi target pasukan pendukung Kolonel Gaddafi, yang masih memiliki perlengkapan senjata yang cukup banyak.

Nato melakukan intervensi ke Libia, setelah PBB menyetujui resolusi untuk melindungi masyarakat sipil.

Sebelumnya, intervensi dipimpin oleh Prancis, Inggris dan AS sampai 31 Maret lalu, kemudian diambil alih Nato.

Berita terkait