Islamis akui bom mabes kepolisian Nigeria

nigeria
Image caption Kelompok Islamis Boko Haram menyatakan diri bertanggung jawab atas bom mabes kepolisian Nigeria

Kelompok Islamis Boko Haram mengaku bertanggung jawab atas pemboman di markas besar polisi Nigeria yang menewaskan sedikitnya enam orang.

Serangan itu terjadi hanya beberapa hari sesudah kepala kepolisian Nigeria mengunjungi Maiduguri, kota di timur laut negara itu dan diketahui menjadi markas Boko Haram.

Ia waktu itu dikutip mengatakan berjanji akan menumpas habis grup tersebut.

Polisi mengatakan salah satu yang tewas adalah si pelaku pembom bunuh diri, sekaligus membenarkan aksi bom bunuh diri ini adalah yang pertama terjadi di Nigeria.

Boko Haram ingin menggulingkan pemerintah dan menerapkan hukum Islam di Nigeria.

'Memalukan'

Pada 2009 ratusan pendukung Boko Haram termasuk pemimpinnya Mohammed Yusuf tewas ketika menyerang kantor polisi di Maiduguri dan beberapa kota di utara lainnya.

Mereka juga mengatakan menanam beberapa bom di Abuja maupun beberapa negara bagian lain setelah pelantikan Presiden Goodluck Jonathan bulan lalu.

''Kami bertanggung jawab atas pemboman markas besar polisi di Abuja untuk membuktikan kemampuan kami yang selama ini diragukan,'' begitu pernyataan dari kelompok tersebut.

Presiden Goodluck Jonathan hari Jumat (17/6) mengunjungi tempat kejadian dan meminta warga Nigeria untuk tidak panik.

Ia mengatakan seluruh negeri terkena dampak serangan teroris.

Wartawan BBC Jonah Fisher di Lagos mengatakan bagi pemerintah Nigeria serangan ini sangat memalukan karena terjadi di daerah yang semestinya menjadi jantung keamanan negeri.

Berita terkait