Tebusan untuk tawanan wartawan

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Stephane Taponier (kiri) dan Herve Ghesquiere (kanan) berbicara dengan pers setelah tiba dari Kabul.

Salah satu wartawan Prancis yang baru saja dibebaskan Taliban setelah ditawan selama 18 bulan mengatakan ada indikasi kesepakatan tebusan dan pertukaran tawanan.

Herve Ghesquiere, seorang reporter televisi, mengatakan kepada BBC walaupun dia tidak mempunyai bukti namun ia yakin Taliban tidak akan begitu saja membebaskan dia dan rekannya, juru kamera Stephane Taponier.

Taliban sudah mengeluarkan pernyataan bahwa anggota mereka baru saja dibebaskan dari penjara di Afganistan.

Namun pemerintah Afghanistan membantah telah melakukan pertukaran tawanan.

Pemeritah Prancis juga membantah telah membayar semacam tebusan untuk membebaskan kedua wartawan tersebut.

Ghesquire dan Taponier diculik dengan penterjemah Reza Din di propinsi Kapisa di bulan Desember 2009.Mereka akhirnya dibebaskan pada hari Rabu silam.

Apa yang membuat mereka akhirnya dibebaskan masih belum jelas sampai saat ini.

Pemerintah Prancis juga tidak bersedia mengungkap detail negosiasi pembebasan itu.

"Saya tidak punya bukit. Secara resmi, tidak ada bukti, namun saya yakin kami dibebaskan bukan untuk sebatang coklat," ujar Ghesquire.

Ia mengatakan bahwa dari awal pihak penyandera tidak pernah memberi tahu mereka alasan penawanan mereka namun seperintay jelas dari awal "mereka ingin menukar tawanan".

"Proses negosiasi berjalan sangat panjang," ia mengatakan.

"Banyak sekali komandan Taliban yang terlibat dalam proses negosiasi."

Berita terkait