Goran Hadzic akan diserahkan ke Den Haag

Hak atas foto AP
Image caption Hadzic adalah buron terakhir penjahat perang Serbia

Pengadilan Serbia menyetujui penyerahan Goran Hadzic, buron terakhir yang dituduh melakukan kejahatan perang saat bekas Yugoslavia pecah di tahun 1990-an, ke Den Haag.

Para pejabat Serbia mengatakan Hadzic membawa senjata saat ditangkap hari Rabu (20/7) tetapi dia tidak melawan setelah tujuh tahun buron.

Hadzic yang saat ini berumur 52 tahun adalah komandan perang pasukan separatis Serbia saat perang Kroasia timur 1991-1995.

Dia dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan warga non-Serbia.

Pengacaranya menyatakan tidak akan banding sehingga Hadzic akan dikirim ke Mahkamah Kejahatan Perang PBB Den Haag akhir minggu ini.

Uni Eropa sambut baik

Uni Eropa menyambut baik berita penangkapan Hadzic dan menyatakan tindakan ini dapat membantu usaha Serbia menjadi anggota Uni Eropa.

Para pemimpin EU mengatakan penangkapan ini merupakan "langkah penting lebih lanjut bagi Serbia untuk menerapkan pandangan Eropa, dan ini merupakan momen penting bagi keadilan internasional".

Kasus Hadzic dipandang sebagai hambatan besar terakhir bagi Serbia untuk menjadi calon anggota Uni Eropa dan penetapan tanggal perundingan penerimaan anggota.

Presiden Serbia Boris Tadic memastikan penangkapan Hadzic lewat sebuah konferensi pers.

Dia mengatakan Hadzic ditangkap di daerah perbukitan Fruska Gora, utara Beograd, di dekat rumah keluarganya.

Dua bulan lalu mantan komandan militer Serbia Bosnia Ratko Mladic ditangkap di Serbia dan dikirim ke Den Haag.

Berita terkait