Menlu AS Hillary Clinton tiba di Bali

Hillary Clinton tiba di Bali. Hak atas foto AP
Image caption Laut Cina Selatan, perundingan nuklir Korut, dan Burma menjadi perhatian Clinton di Bali.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, tiba di Bali Kamis malam untuk menghadiri pertemuan forum keamanan kawasan yang diikuti para Menlu ASEAN.

Dalam pertemuan itu, Clinton diperkirakan akan meminta negara-negara ASEAN dan Cina untuk meredakan ketegangan dalam sengketa maritim sehubungan dengan Kepulauan Spratly.

Selain itu Clinton juga akan mendesak Korea Utara agar kembali melakukan perundingan tentang pelucuran nuklir serta membahas tentang rezim militer Burma.

Sebelumnya para Menlu ASEAN dan Cina sudah mencapai kesepakatan tentang kerangka acuan untuk penulisan Code of Conduct dalam penyelesaian konflik di Laut Cina Selatan.

Kepulauan Spratly yang terledak di Laut Cina Selatan diklaim oleh sejumlah negara ASEAN -antara lain Vietnam, Filipina, Malaysia- dan Cina.

Lebih baik

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Kamis 21 Juli, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa kerangka acuan itu akan sangat membantu upaya ASEAN untuk mencapai solusi dalam sengketa atas wilayah kaya minyak di Kepulauan Spratly.

"Tentu bukan suatu jaminan bahwa masalahnya akan teselasaikan, namun paling tidak lebih baik jika ada guideline daripada tidak ada sama sekali," kata Marty Natalegawa dalam wawancara dengan Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Dokumen tersebut sudah dibahas selama lima tahun dan kesepakatan yang tercapai saat ini menurut Marty adalah suatu pencapaian, walau tidak membahas secara khusus masalah demarkasi antar negara.

"Tidak secara khusus karena memang dokumen utamanya adalah Declaration of Conduct on The South China Sea dan ini adalah guideline. Secara khusus adalah kerja sama untuk melaksanakan proyek-proyek di Cina Selatan dan prinsip-prinsip dasar dalam kaitan ini."

Ketegangan atas kepemilikan kepulauan tersebut meningkat sebelum pertemuan para Menlu ASEAN di Bali ini.

Tiga anggota Kongres Filipina melakukan kunjungan ke salah satu pulau di kawasan itu, Rabu (20/7), dan Cina mengecam kunjungan itu bisa mendestabilkan kawasan.

Berita terkait