Pemain internasional banyak yang menganggur

Liga utama Hak atas foto Getty
Image caption Banyak pemain enggan menerima kenyataan turunnya pendapatan mereka

Kurang dari seperempat pemain sepakbola yang habis masa kontraknya di Inggris yang sudah mendapat klub baru, demikian pengamatan yang dilakukan BBC.

Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional, PFA, mencantumkan daftar 338 pemain senior dan 200 remaja yang belum mempunyai klub dibanding 700 pemain beberapa bulan lalu.

Pemain internasional seperti Thomas Hitzlsperger dan Matthew Upson adalah diantara pemain yang belum memiliki klub untuk bermain.

Seorang agen pemain yang terkenal, Barry Silkman mengatakan banyak pemain akan terkejut dengan perkembangan saat ini.

''Jendela transfer kali ini sangat sulit. Tak banyak uang bertebaran,'' tambahnya.

''Ada beberapa pemain sangat bagus yang masih belum tahu akan bermain dimana karena tidak ada tawaran yang cocok.''

Menunggu tawaran terbaik

Silkman menggarisbawahi nasib pemain Jerman, Hitzlsperger, sebagai contoh.

Pemain berusia 29 tahun ini terancam menganggur setelah kontraknya selesai dengan West Ham yang tertendang dari Liga Utama.

Silkman pernah bekerja bersama pengacara untuk pemain Jerman ini menyebut Hitzlsperger sempat ditawar Sunderland antara Juni dan Juli namun menolak karena pengacaranya mengatakan, ''Kami bisa dapatkan tawaran yang lebih bagus.''

''Ia sekarang menemukan klub tetapi dengan tawaran gaji yang jauh dari tawaran Sunderland. Bahkan tidak sampai 30 atau 35% dari gaji yang ditawarkan Sunderland.''

Dan kasus Hitzlsperger itu tidak unik.

"Kalau anda lihat Upson seorang pemain internasional Inggris juga tidak mempunyai klub, anda segera sadar bahwa situasi memang sulit,'' kata Silkman lagi.

''Banyak pemain harus menerima apa yang ditawarkan. Tidak banyak uang beredar. Kalau anda melihat Spurs dan tak ada pemain masuk, itu sudah cukup menjadi isyarat.''

Salah satu yang menjadi penyebab munculnya kondisi seperti ini menurut Silkman disebabkan oleh peraturan baru yang mulai berlaku tahun lalu yang membatasi skuad Liga Utama hanya 25 pemain saja.

Tidak realistis

Rachel Anderson, juga seorang agen pemain sepakat: ''Klub mengurangi pemain di skuad dan cenderung mencari pemain dari dalam negeri sendiri sesuai anjuran FIFA. Tetapi walau harga mereka mahal, kemampuan mereka belum teruji. Jadi sebenarnya ini perekonomian yang semu.''

Namun demikian, para pemain terkenal kadang mempunyai tuntutan yang berlebihan: ''Pemain dengan pengalaman di Liga Utama dan Liga Champions serng masih belum mempunyai klub karena tuntutan gaji yang tidak masuk akal.''

''Kalau saja mereka mau dibayar £20.000 per minggu akan banyak klub yang mau. Tetapi kalau £40.000, £60.000, £80.000 tentu mereka akan tetap berada di daftar penganggur itu.''

Anderson menyebut salah satu kliennya menolak untuk menerima kenyataan ini karena terbiasa digaji sedikitnya £4 juta per tahun atau sekitar £80.000 per minggu.

Sementara Newcastle melepas mantan pemain internasional Inggris Sol Campbell dan salah salah satu alasannya adalah gaji yang terlalu besar.

Memang ada alasan lain mengapa masih banyak pemain yang menganggur, yaitu kontrak kerja di Inggris yang agak khas.

Eksekutif PFA, Simon Barker, mengatakan di Inggris dengan rata-rata kontrak berakhir 30 Juni, pemain berhak mendapat gaji ekstra satu bulan kecuali kalau yang bersangkutan sudah menandatangani kontrak dengan klub lain sebelum akhir Juli.

Itulah sebabnya banyak pemain menandatangani kontrak baru persis pada tanggal 1 Agustus, untuk mendapat gaji ekstra tanpa harus bekerja.

Namun mengukur dari jumlah pemain yang masih menganggur, Barker menyebut perkembangan ini mengkhawatirkan dan melihat persoalan peraturan kontrak kerja bukan menjadi sebabnya.

Berita terkait