NATO tembak mati pejuang Taliban

Jenderal John Allen Hak atas foto Getty
Image caption Jenderal John Allen mengatakan pihaknya akan terus memburu musuh

Pasukan internasional yang dipimpin NATO di Afghanistan mengatakan mereka menewaskan seorang pejuang Taliban yang menembak jatuh helikopter Amerika Serikat minggu lalu, menewaskan 38 orang.

Mereka mengatakan serangan udara itu juga menewaskan seorang pemimpin Taliban, Mullah Mohibullah dan beberapa pejuang lain yang mencoba melarikan diri dari Afghanistan.

Jenderal John Allen, komandan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, mengatakan mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter Chinook, menjadi sasaran serangan udara.

Taliban mengatakan mereka menembak jatuh helikopter Chinook. NATO tidak memastikan kejadian itu namun mengatakan pejuang yang tewas terkait dengan helikopter yang ditembak hari Sabtu di propinsi Wardak, di barat Kabul.

Sebagian besar korban itu adalah anggota Seal Team Six, pasukan elit khusus yang anggotanya turut serta dalam penyerangan bulan Mei lalu di Pakistan yang menewaskan pemimpin al-Qaida Osama bin Laden.

Korban tewas termasuk seorang komandan Afghanistan, seorang penterjemah, personil Angkatan Udara Amerika dan awak Chinook.

Jenderal Allen mengatakan setelah jatuhnya Chinook, pasukan internasional segera mencari tahu tempat persembunyian para pejuang dan segera memburu mereka.

Pemulangan jenazah korban Chinook

Helikopter Chinook itu dikerahkan untuk memburu pejuang yang melarikan diri menyusul serangan darat, tambahnya.

Namun kelompok pejuang menembak helikopetr dengan granat berpeluncur roket, kata Jenderal Allen.

Pasukan Amerika segera memburu mereka dengan pesawat F-16 dalam serangan udara hari Senin.

Presiden Barack Obama, didampingi Menteri Pertahanan Leon Panetta, hari Selasa (09/08) mengunjungi pangkalan udara di Delaware, tempat pemulangan jenazah 30 tentara yang tewas dalam kecelakaan itu.

Amerika Serikat menggantungkan pada pasukan khusus dalam perang di Afghanistan, dengan melakukan serangan malam memburu pemimpin kelompok pejuang dan melanjutkan operasi pengintaian.

Saat ini terdapat sekitar 140.000 tentara asing di Afghanistan, sekitar 100.000 di antaranya adalah tentara Amerika.

Tentara asing ini juga melatih pasukan lokal untuk mengambil alih keamanan.

Berita terkait