AS minta sanksi internasional terhadap Suriah

Tentara Suriah
Image caption Tentara Suriah dilaporkan menyerang Kota Homs yang menewaskan 16 orang.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meminta kalangan internasional memberikan sanksi yang lebih luas terhadap pemerintah Suriah, menyusul kekerasan di negara itu.

Clinton mengatakan Cina dan India secara terpisah dapat meningkatkan tekanan terhadap Presiden Bashar al-Assad berkaitan dengan investasi energi di negara itu.

Dia mengatakan AS tidak ingin meminta Assad untuk turun dari jabatannya tanpa mendapatkan dukungan dari negara lain.

Sementara di Suriah, pasukan pemerintah terus melakukan kekerasan terhadap para pemrotes.

Aktivis mengatakan setidaknya 16 orang tewas oleh tentara pada Kamis (11/8).

Dan lebih dari 1.700 orang tewas dan ribuan orang dilaporkan ditahan sejak protes terhadap pemerintah Assad terjadi mulai Maret lalu.

Sanksi ekonomi

Pekan ini, Washington menambah sanksi terhadap Suriah termasuk terhadap bank komersial dan perusahaan telepon selular, dan memperingatkan akan ada sanksi lanjutan.

Tetapi dalam wawancara dengan CBS News, Clinton mengatakan negara lain diminta untuk mempengaruhi rejim Assad untuk menghentikan kekerasan.

"Yang kami butuhkan adalah memberikan tekanan terhadap Assad dengan sanksi terhadap industri minyak dan gas," kata dia, menyebut Eropa, Cina dan Indonesia sebagai negara dengan memiliki investasi di bidang energi yang besar di Suriah, dan Clinton menambahkan AS ingin Rusia menghentikan penjualan senjata ke Suriah.

Ketika ditanya kenapa Washington tidak juga meminta Assad untuk mundur, Clinton mengatakan AS ingin memfokuskan diri untuk meningkatkan kecaman internasional terhadap Suriah.

"Daripada kami mengatakannya dan tidak ada yang mengikuti, kami pikir lebih penting untuk memimpin dan diikuti oleh yang lain".

Amer al-Sadeq, seorang anggota dari Serikat Koordinator Revolusi anti -pemerintah Suriah, mengatakan kepada BBC bahwa sanksi ekonomi akan mendorong gerakan oposisi.

"Rezim runtuh secara ekonomi dan jika ada sanksi diplomatik melawan rezim ini akan membantu dengan adanya sanksi ekonomi," kata dia.

Rabu lalu, Suriah mengijinkan media internasional untuk merekam aktivitas tentara yang mundur dari Kota Hama, koresponden melaporkan langkah itu dilakukan oleh Damaskus untuk memenuhi keinginan negara tetangga mereka Turki dan negara besar lainnya.

Tetapi pada Kamis, pasukan keamanan Suriah melanjutkan serangan, dan dilaporkan sekitar 16 orang warga sipil tewas, sebagian besar di provinsi Homs.

Berita terkait