Nigeria berjanji kalahkan teroris

nigeria blast Hak atas foto Reuters
Image caption Ledakan di kantor PBB di Nigeria menewaskan 19 orang.

Presiden Nigeria berjanji akan memerangi terorisme saat mengunjungi lokasi ledakan bom Jumat (26/08) silam di kantor PBB di Abuja.

Goodluck Jonathan mengatakan bom itu bukan hanya sebagai serangan ke Nigeria, tetapi juga untuk komunitas internasional.

Kelompok Islam radikal, Boko Haram, kepada BBC mengaku sebagai pelaku serangan di ibukota yang menewaskan 19 dan melukai lusinan orang lainnya.

Jonathan mengatakan kelompokl ini merupakan ''masalah lokal'' yang harus segera diselesaikan.

Boko Haram, selama ini dikenal sebagai kelompok perjuangan yang menuntut pelaksanaan hukum Sharia di Nigeria. Kelompok ini juga diketahui memiliki kaitan dengan al-Qaeda di Islamic Maghreb, yang beroperasi di kawasan Afrika Utara, dan al-Shabab di Somalia.

Peningkatan

Wartawan BBC Mark Doyle di Abuja melaporkan serangan bom Jumat pekan kemarin menunjukan Boko Haram -yang berarti "pendidikan Barat dilarang''- semakin menguat dan krisis keamanan Nigeria semakin meningkat.

Dalam dua tahun terakhir, sasaran serangan kelompok ini adalah pemerintah dan serangan bom bunuh diri ke kantor PBB di ibukota negara merupakan peningkatan yang besar.

Pelaku pemboman dilaporkan mengendarai kendaraannya melewati dua blokade keamanan PBB, dan kemudian menabrakan diri ke area penerimaan tamu sebelum akhirnya meledakan bom.

Ledakan cukup kuat untuk meruntuhkan sejumlah bagian bangunan, tempat sekitar 400 pegawai PBB bekerja, dan menghancurkan kaca jendela gedung terdekat.

Saat mengunjungi lokasi bom, Presiden Jonathan kepada wartawan mengatakan ''Saya dan semua warga Nigeria sangat terpukul.''

"Serangan teroris ke setiap orang atau satu wilayah di dunia adalah serangan teroris bagi dunia lainnya,'' tambahnya.

"Terroris tidak peduli tentang siapa dan dimana.''

"Kami akan bekerjasama dengan PBB dan pemimpin dunia lainnya untuk menjamin teroris akan dikalahkan.''

Ketrika ditanya BBC tentang apa yang akan dia lakukan terhadap Boko Haram, dia tidak memberikan jawaban langsung tetapi mengakui adanya ancaman.

"Boko Haram adalah kelompok lokal yang terkait dengan aktifitas teroris dan sebagai pemerintah, kami akan memeriksa dan mengontrolnya.

Pemerintah Nigeria beberapa kali mencoba bernegosiasi dengan Boko Haram dan berupaya membubarkannya dengan keras, tetapi taktik itu tidak pernah berhasil.

Tidak akan menghalangi

Sekretaris PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan ini dengan menyebut ''tindakan yang sepenuhnya buruk'', dan mengirim Wakil Sekjen Asha-Rose Migiro dan Wakil Sekjen bidang Keamanan Greg Starr ke Nigeria.

Sabtu kemarin, pejabat PBB di Nigeria memastikan sembilan pegawainya tewas dan lusinan lainnya dirawat di rumah sakit.

"Kami kehilangan orang yang cerdas dan penuh motivasi yang telah bekerja untuk kebaikan Nigeria dan dunia,'' kata Agathe Lawson, kordinator lokal PBB Nigeria.

Lawson mengatakan PBB tetap akan melanjutkan pekerjaan di negara berpenduduk paling banyak di Afrika ini.

''Bom ini tidak akan menghalangi misi kami untuk bekerja meningkatkan kehidupan warga Nigeria. Itulah alasan kami disni,'' tambahnya.

FBI juga sudah diminta untuk ikut membantu menyelediki pemboman ini.

Sesaat setelah Presiden Jonathan meninggalkan lokasi bom, sejumlah agen FBI tiba dilokasi untuk membantu penyelidikan.

"FBI disini atas permintaan dari pemerintahan Nigeria,'' kata juru bicara kedutaan AS di Nigeria, Deborah MacLean tanpa memberikan keterangan lanjutan.

Berita terkait