Yoshihiko Noda resmi menjadi PM Jepang

Yoshihiko Noda Hak atas foto AFP
Image caption Yoshihiko Noda terplih sebagai Ketua partai berkuas Senin 29 Agustus.

Majelis rendah parlemen Jepang, Diet, menerima Yoshihiko Noda sebagai perdana menteri Jepang yang baru.

Pengesahan ini berlangsung sehari setelah mantan menteri keuangan itu meraih kemenangan dalam pemilihan ketua partai yang berkuasa di Jepang, DJP.

Para wartawan melaporkan perdana menteri baru ini akan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain program rekonstruksi bencana gempa dan tsunami -yang merupakan rekonstruksi Jepang terbesar setelah Perang Dunia II.

Pemilihan ketua baru DJP ditempuh setelah Naoto Kan mendapat tekanan untuk mundur dari jabatan perdana menteri karena kepemimpinannya yang dianggap tidak memadai dalam menanggapi bencana gempa dan tsunami Jepang, Maret tahun ini.

Ketua partai yang berkuasa di Jepang otomatis akan menjadi perdana menteri Jepang, kecuali ditentang oleh parlemen.

Sejumlah masalah

Terpilihnya Noda sebagai perdana menteri Jepang yang keenam dalam waktu lima tahun belakangan masih harus disahkan oleh majelis tinggi Jepang, yang dikuasai oleh kubu opisisi.

Selain menghadapi masalah pasca gempa dan tsunami -hingga saat ini kebocoran radiasi masih terjadi di reaktor Fukushima- Noda juga harus menangani stagnasi ekonomi Jepang.

Sebelumnya dia pernah mengungkapkan untuk meningkatkan pendanaan pemerintah dengan meningkatkan pajak penjualan.

Dan dia tidak mendukung seruan pendahulunya, Naoto Kan, tentang Jepang yang bebas nuklir.

Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk, melaporkan Noda sudah bertemu dengan para pemimpin oposisi dan meminta kerja sama guna mengatasi berbagai masalah yang dihadapi Jepang saat ini.

Masih ada lagi masalah internal partai yang harus dipecahkan Noda mengingat DJP sedang dalam keadaan terpecah.

Dia tampaknya harus memikirkan dengan seksama anggota kabinetnya agar semua faksi di partainya bisa menerimanya.

Berita terkait