Suriah terancam embargo ekspor minyak

Hillary Clinton Hak atas foto AP
Image caption Menlu Hillary Clinton menyerukan dunia internasional hentikan impor minyak dari Suriah.

Suriah kini menghadapi ancaman sanksi internasional yang lebih ketat di saat protes menentang Presiden Bashar al-Assad terus terjadi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton menyerukan dunia internasional memberlakukan sanksi yang mentargetkan pada ekspor minyak dan gas Suriah.

"Kekerasan (di Suriah) harus segera dihentikan dan dia (Assad) harus segera turun dari jabatannya," kata Clinton.

Sehingga untuk menghentikan Assad, Clinton mendesak sanksi yang lebih kuat harus segera dijatuhkan untuk rezim Assad.

Kini, para menteri luar negeri Uni Eropa, Jumlat (02/09) tengah menggelar sidang di Polandia untuk membicarakan sanksi baru untuk Suriah.

Embargo ekspor

Pertemuan di Polandia itu secara khusus membahas kemungkinan dijatuhkannya embargo terhadap ekspor minyak dan gas Suriah.

"Ada kemungkinan kami akan menyepakati sanksi ekspor minyak Suriah ke Uni Eropa," kata Menlu Inggris, William Hague.

Sesuai kontrak dagang saat ini, maka embargo ekspor minyak ke Uni Eropa tak bisa dilaksanakan hingga 15 November mendatang.

Sementara Amerika Serikat sudah terlebih dulu menghentikan impor minyaknya dari Suriah.

Namun, daftar para pejabat Suriah yang terkena larangan bepergian dan mengalami pembekuan aset bertambah panjang.

Berita terkait