Feri di Zanzibar tenggelam, ratusan tewas

Mencari anggota keluarga korban Hak atas foto Reuters
Image caption Sejumlah anggota keluarga korban berusaha mengenali kerabatnya dari foto penumpang feri

Lebih dari 240 orang dikhawatirkan meninggal akibat feri berlebihan penumpang tenggelam di lepas pantai Zanzibar, Tanzania.

Kepala Kepolisian Zanzibar Mussa Ali Mussa dikutip kantor berita AP hari Minggu mengatakan, sedikitnya 240 orang meninggal ketika feri tenggelam Sabtu.

Anggota keluarga korban telah membawa 192 jenazah dan lebih dari 28 lainnya menunggu identifikasi.

Menteri negara di kantor presiden Mohammad Aboud Mohammad mengatakan sekitar 600 orang telah diselamatkan sejauh ini dan pemerintah masih mencari kapten kapal.

"Pemerintah telah menahan kepala mesin kapal untuk mendapatkan keterangan yang rinci kecelakaan itu. Kapten feri belum ditemukan dan pemerintah tidak mengetahui secara rinci pemilik feri ini," jelas Mohammad.

Penumpang yang selamat mengatakan feri M.V. Spice Islanders yang tenggelam dekat Pemba, tempat wisata Zanzibar mengangkut penumpang lebih dari kapasitasnya 600 orang.

Kantor berita AP menyebutkan banyak warga marah mengapa feri diizinkan berlayar dengan jumlah penumpang berlebihan.

Menurut Mohammad, jenazah dibawa ke sebuah lapangan kemudian dimandikan dan dibungkus kain kafan sebelum dishalatkan sesuai dengan ajaran agama Islam.

Harapan tipis

Seorang anggota kerabat korban Omar Said yang dari Dar Es Salaam mengaku mencari dua keponakannya dalam perjalanan ke acara perkawinan di Pulau Pemba.

"Saya mencari anggota keluarga saya. Sejauh ini harapannya tipis," katanya dikutip AP.

Lembaga amal internasional Save the Children meluncurkan program darurat untuk merawat anak-anak yang luka dan trauma.

Lembaga ini menjelaskan adanya anak-anak yang sangat berani termasuk anak berusia enam tahun yang mengenakan jaket penyelamat.

Dia disebut menyelamatkan bayi berusia 18 bulan dengan cara memegangnya di laut selama empat jam sampai tiba tim penyelamat.

Feri ini meninggalkan Dar Es Salaam dipenuhi barang bangunan, kasur dan penumpang. Feri berhenti di Pulau Zanzibar kemudian berlanjut ke Pemba, salah satu tempat wisata yang terkenal.

Namun hari Sabtu kapal tenggelam di laut dalam dan di tengah arus laut yang kuat.

Sebagian besar penumpang yang selamat menggunakan kasur busa atau potongan kayu untuk sampai pantai. Menurut kantor berita AFP, Presiden Zanzibar Mohammad Shein akan memimpin shalat gaib bagi para korban dan keluarganya hari Senin di Stone Town.

Berita terkait