Pengadilan hentikan pembangunan bendungan Amazon

Unjuk rasa mementang pembangunan bendungan di Brasil Hak atas foto AFP
Image caption Bendungan Belo Monte ditentang oleh pegiat lingkungan dan masyarakat suku.

Seorang hakim di Brasil memerintahkan penghentian pembangunan bendungan bernilai miliaran dollar di kawasan hutan Amazon.

Hakim Carlos Castro Martins melarang pekerjaan apa pun yang bisa mengganggu aliran alami Sungai Xingu.

Keputusan ini sesuai dengan permintaan sebuah kelompok nelayan yang mengatakan bendungan Belo Monte akan mempengaruhi cadangan ikan setempat dan bisa merusak kehidupan keluarga masyarakat suku yang tergantung dari perikanan.

Dalam keputusannya, hakim Martin melarang perusahaan Norte Energi -yang berada di belakang proyek bendungan- "membangun bendungan, menggunakan bahan peledak, membangun kanal dan pekerjaa prasarana lajn yang bisa mempengaruhi aliran alami Sungai Xingu dan oleh karena itu mempengaruhi cadangan ikan."

Sementara itu, pemerintah Brasil mengatakan bendungan amat penting untuk memenuhi kebutuhan energi.

Pertarungan hukum

Menurut hakim, pembangunan kanal dan tanggul bisa memiliki dampak yang negatif atas masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang mengandalkan penangkapan ikan skala kecil.

Bagaimanapun hakim mengatakan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini, yaitu pembangunan akomodasi untuk para pekerja proyek, bisa dilanjutkan karena tidak berkaitan dengan aliran air sungai.

Konsorsium yang menangani proyek ini diperkirakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Bulan Juni, Badan Lingkungan Brasil mendukung proyek bendungan Belo Monte dengan menepis kekhawatiran para pegiat lingkungan dan masyarakat suku yang berpendapat bendungan itu akan merusak hutan tropis terbesar di dunia dan membuat puluhan ribu orang mengungsi.

Kantor berita Brasil, Ibama, mengatakan bendungan itu sudah melewati analisis yang kuat sehubungan dengan dampaknya terhadap lingkungan.

Bendungan Belo Monte rencananya akan menghasilkan energi listrik sebesar 11.000mw dan merupakan bendungan terbesar ketiga di dunia, setelah Tiga Ngarai di Cina dan Itaipu, yang dioperasikan bersama oleh Brasil dan Paraguay.

Berita terkait